Wilmar Ungkap Dampak Penutupan Selat Hormuz, Berpotensi Ganggu Kinerja
:
0
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA)
EmitenNews.com - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) mengungkapkan dampak lanjutan dari memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz, terhadap lonjakan biaya operasional Perseroan.
Corporate Secretary CEKA, Emmanuel Dwi Iriyadi, dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/3/2026) menyebutkan kenaikan harga minyak bumi telah mendorong harga bahan baku utama, yakni crude palm oil (CPO) dan palm kernel, naik hampir 10% dari level sebelumnya.
Kenaikan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan biaya Perseroan, mulai dari pembelian bahan baku, bahan pembantu, hingga biaya logistik.
Selain tekanan biaya, CEKA juga mencermati potensi dampak lebih luas dari ketegangan geopolitik yang meningkat sejak akhir Februari 2026. Kondisi ini memicu volatilitas harga energi dan komoditas global, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi nilai tukar dan pasar keuangan.
Meski tidak memiliki operasi langsung di wilayah konflik, manajemen menilai dampak tidak langsung tetap berpotensi memengaruhi kinerja keuangan Perseroan.
CEKA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah guna memitigasi risiko yang mungkin timbul ke depan.
Related News
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!





