EmitenNews.com - PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) memperoleh pendanaan sebesar Rp30 miliar dari salah satu entitas usahanya yakni PT KIA Keramik Mas (KKM) atau perusahaan yang bergerak di bidang industri genteng dari tanah liat (keramik).
Dalam keterangan tertulisnya, Manajemen KIAS menyebutkan bahwa transaksi ini merupakan suatu transaksi afiliasi yang dilakukan pada tanggal 15 Desember 2023. Pinjaman sebesar Rp30 miliar ini setara 4% dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022.
"Perseroan memerlukan bantuan dana untuk menunjang kebutuhan usahanya dan KKM bersedia untuk memberikan bantuan dana tersebut dalam bentuk fasilitas pinjaman (Transaksi Afiliasi)," katanya.
Ia mengungkapkan, persaingan yang semakin ketat di industri keramik mendorong Perseroan untuk lebih fokus meningkatkan efisiensi di segala bidang, terutama produksi, operasional dan tidak terkecuali dari sisi pendanaan. Untuk dapat tetap bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi dan tren di industri keramik, Perseroan memerlukan investasi dan pendanaan yang memadai.
"Untuk dapat menjalankan rencana tersebut sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, dan menimbang keadaan finansial KKM yang mampu mendukung rencana tersebut, maka dilakukannya Transaksi Afiliasi ini dengan tujuan untuk digunakan sebagai modal kerja Perseroan,"tegasnya.
Sebagai informasi, Perseroan merupakan induk perusahaan dari KKM dengan jumlah kepemilikan saham 99,21% di KKM. Adapun KKM sendiri terafiliasi dengan Perseroan karena KKM merupakan anak perusahaan atau perusahaan terkendali Perseroan, dimana 99,21% saham KKM dimiliki secara langsung oleh Perseroan.
Related News

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun