Buat Modal Kerja, Amman Mineral (AMMN) Raih Pinjaman USD350 Juta dari Perbankan
EmitenNews.com - PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menyampaikan bahwa perseroan telah menandatangani Fasilitas Pinjaman Perbankan senilai USD 350 juta dengan beberapa bank di Indonesia dan Singapore. Demikian disampaikan Corporate Secretary AMMN, Vemmy Febrianti, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Rabu (2/8).
Vemmy menyebutkan, fasilitas tersebut dapat ditarik kapan saja sesuai permintaan anak usaha Perseroan yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Dana tersebut nantinya dapat digunakan oleh AMNT untuk tujuan perusahaan secara umum, modal kerja, belanja modal, pembayaran biaya, ongkos dan pengeluaran sehubungan dengan fasilitas terkait.
"Fasilitas ini akan dibayar kembali dalam kurun waktu 4.5 tahun dengan tanggal pelunasan 23 Desember 2027," katanya. Fasilitas Pinjaman Perbankan ini dijamin secara pari passu dengan fasilitas senior AMNT lainnya yang telah ada.
Namun demikian, Vemmy menegaskan, Fasilitas Pinjaman Perbankan ini tidak memberikan dampak secara langsung kepada Emiten atau Perusahaan Publik, namun secara tidak langsung melalui AMNT.
"Adapun dampak langsung Fasilitas Pinjaman Perbankan ini kepada AMNT adalah dampak operasional dan kegiatan usaha sebagai penunjang dalam meningkatkan likuiditas AMNT untuk membiayai kegiatan operasionalnya dan untuk meningkatkan kegiatan usahanya (termasuk program ekspansi AMNT)" tegasnya.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan saham perdananya di BEI pada 7 Juli 2023 sebagai Perusahaan Tercatat ke-45 di BEI. Dana yang diraup dari IPO ini sebesar Rp10,726 triliun.
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) merupakan anak usaha PT Medco Energy (MEDC) bergerak dibidang pertambangan yang mengoperasikan 25.000ha tambang tembaga dan emas yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara, Indonesia.
Related News
SURGE Gandeng FiberHome Hadirkan Solusi 5G FWA 1,4GHz Pertama di Dunia
MTEL-Anak Usaha Airbus Lanjutkan Kolaborasi Konektivitas Stratospace
Emiten Keluarga Kalla BUKK Masuk Bisnis Pengolahan dan Pengadaan Gas
BREN Pacu Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Tembus 1 GW Pada 2026
Kelangsungan Usaha Dalam Masalah Serius, BEI Lanjut Gembok WIKA
Free Float Masih Jadi PR, ALMI Akui Belum Capai Titik Temu





