Bukalapak (BUKA) Caplok Saham Mayoritas Platform Pembanding Harga iPrice

"Saya telah mengenal David dan tim selama beberapa tahun terakhir dan tertarik dengan apa yang iPrice lakukan. Akhirnya, baru-baru ini kami memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan lebih erat," ungkap Willix Halim, CEO Bukalapak, seperti dilansir dalam keterangan pers, Selasa (04/4).
"Menggabungkan pengalaman Bukalapak yang luas di dunia e-commerce, serta teknologi terdepan dan basis pengguna setia dari iPrice, kami yakin dapat meningkatkan potensi penuh platform ini," lanjutnya.
Investor iPrice lainnya, seperti Itochu dan Naver, juga menyambut baik kerja sama ini.
Stagnansi pasar fundraising tahun lalu, memaksa iPrice untuk memangkas beberapa aspek bisnis dan mengurangi anggota timnya secara substansial.
iPrice pun bertransformasi dan mengeksplor cara baru untuk mengembangkan bisnis dengan lebih efektif.
Transisinya kini dipercepat dengan dukungan grup Bukalapak di beragam vertikal yang membuka banyak peluang baru.
"Kami sangat bersemangat untuk bekerjasama dengan Bukalapak karena kemitraan ini akan membantu kami mengembangkan iPrice. Dengan begitu, lebih banyak pengguna yang bisa belanja lebih hemat, khususnya di vertikal baru, seperti Gaming, dan wilayah baru seperti Australia," terang Heinrich Wendel, Co-Founder iPrice.
Juga disebutkan bahwa, iPrice akan terus beroperasi sebagai entitas independen, mempertahankan posisi netralnya terhadap pengguna, dan tetap bekerjasama dengan berbagai merchant.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar