EmitenNews.com - Emiten grup Emtek (EMTK) PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyampaikan bahwa masih menyimpan Rp9,33 triliun atau 43,7 persen dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp21,325 triliun.
Teddy Nuryanto Oetomo Direktur/ Corporate Secretary BUKA dalam keterangannya Senin (15/1) mengungkapkan bahwa dana hasil IPO per 31 Desember 2023, perseroan masih menempatkan sisa dana IPO dalam 3 akun deposito dengan total Rp5,895 triliun dengan bunga berkisar 6 persen hingga 7 persen.
Emiten perdagangan aplikasi itu juga menempatkan dana dari hasil IPO pada Juli 2021 di 4 akun Giro dengan total dana Rp130 miliar dengan bunga 0 - 6 persen. Selanjutnya, BUKA menempatkan Rp375 miliar dana IPO pada dua reksa dana dengan imbal hasil 3,39 persen dan 4,67 persen.
Selebihnya, BUKA menanamkan dana hasil IPO senilai Rp3,309 triliun pada 13 seri obligasi dengan imbal hasil dari 4,13 - 8,25 persen.
Adapun dana hasil IPO yang telah terpakai setelah 2,5 tahun tercatat di bursa senilai Rp11,987 triliun atau 56,1 persen dari dana IPO sebesar Rp21,325 triliun.
Padahal enam bulan lalu, BUKA melaporkan masih menempatkan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada deposito hingga reksa dana sebesar Rp9,23 triliun atau 43,32 persen.
Dalam laporan dana hasil IPO BUKA per 30 Juni 2023, tercatat ada 5 akun deposito dengan total Rp6,4 triliun dengan bunga berkisar 5,5 persen hingga 6 persen.
BUKA juga menempatkan dana dari investor pada Juli 2021 di 4 akun Giro dengan total dana Rp574 miliar dengan bunga 1 - 3,25 persen.
Lalu, BUKA menempatkan Rp375 miliar dana IPO pada dua reksa dana dengan imbal hasil 3,39 persen dan 4,67 persen.
Selebihnya, BUKA menanamkan dana hasil IPO senilai Rp1,889 triliun pada 15 seri obligasi dengan imbal hasil dari 4,13 - 8,13 persen.
Adapun dana hasil IPO yang telah terpakai setelah 2 tahun tercatat di bursa senilai Rp12,087 triliun atau 60,9 persen dari dana IPO sebesar Rp21,325 triliun.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024