Bukan Bursa RI, Emiten Negara Ini Terbanyak Didepak MSCI
:
0
Bursa saham Indonesia bukan negara dengan jumlah emiten paling banyak didepak oleh MSCI dalam evaluasi berkala yang diumumkan Kamis (13/8/2026). Foto: MSCI
EmitenNews.com - Pasar saham Indonesia bukan menjadi negara yang emitennya paling banyak didepak oleh Morgan Stanley Capital International atau MSCI untuk kawasan Asia Pasifik.
Hasil evaluasi kuartalan bulan Agustus MSCI, jumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index jumlahnya masih kalah dari beberapa negara lain.
MSCI Global Standard Index
Dalam pengumuman yang disampaikan oleh MSCI pada Kamis (13/8/2026), dua emiten Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) resmi dikeluarkan di papan utama atau MSCI Global Standard Index.
Untuk papan utama ini juara jumlah emiten yang paling banyak ditendang oleh MSCI adalah pasar saham negara China. Sebanyak 32 emiten di Bursa China dikeluarkan oleh MSCI. Meski demikian, 33 emiten masuk sebagai penghuni baru.
Negara kedua yang emitennya paling banyak dibuang MSCI adalah Taiwan. Bursa negara ini, MSCI menendang enam emiten, tapi pada saat bersamaan memasukkan enam emiten baru.
Negara ketiga dengan jumlah emiten terbanyak yang dibuang dari papan utama adalah bursa saham Australia dan Korea Selatan. Bursa saham kedua negara ini harus merelakan empat emitennya pergi. Namun bedanya kalau Australia tidak ada satu pun emiten baru yang masuk, sementara Korea Selatan menempatkan satu emiten di papan utama MSCI.
India menjadi negara keempat yang jumlah emiten dicoret MSCI di atas Indonesia. Sebanyak empat emiten terlempar dari papan utama, namun tiga emiten masuk sebagai anggota baru.
MSCI Global Small Cap Index
Di papan Small Cap, MSCI melakukan pembersihan secara masif untuk Indonesia. Selain memasukkan CPIN yang turun kasta dari papan utama, MSCI mencoret sembilan saham sekaligus dari daftar. Sembilan saham yang dikeluarkan sepenuhnya tersebut adalah Bank Jago (ARTO), Bukalapak (BUKA), Essa Industries (ESSA), MD Entertainment (FILM), Medikaloka Hermina (HEAL), MNC Tourism (KPIG), Raharja Energi Cepu (RATU), Semen Indonesia (SMGR), dan Transcoal Pacific (TCPI).
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





