Bukit Asam (PTBA) Kembali Raih Penghargaan atas Kontribusi Besar Penerimaan Pajak

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menjelaskan, penerimaan pajak sangat penting untuk pemerataan kesejahteraan, pembangunan, dan penyediaan akses pendidikan hingga kesehatan gratis untuk masyarakat.
"Melalui pajak yang dibayar, kita melakukan pemerataan, menyediakan berbagai sarana prasarana publik untuk mengejar kemajuan. Pendidikan, kesehatan gratis, infrastruktur dapat disediakan agar kehidupan kita semakin baik," tuturnya.
Dengan kepatuhan pajak yang semakin baik, ia berharap penerimaan pajak bisa semakin optimal sehingga target-target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.
"Tahun 2023 kita ingin terus merawat optimisme sekaligus tetap waspada. Ekonomi ditargetkan tumbuh 5,3 persen. Tahun 2023 kita menargetkan pendapatan dari pajak Rp1.718 triliun. Mudah-mudahan dengan upaya semua pihak, ini bisa tercapai," tutupnya.
Sebelumnya pada 19 Januari 2023, PTBA menerima penghargaan "Telah Berkontribusi Atas Penerimaan Pajak Tahun 2022" dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung (DJP Sumsel Babel).
Penghargaan tersebut diberikan atas dasar beberapa aspek penilaian dari Kanwil DJP Sumsel Babel, yaitu pembayaran pajak terbesar dan tingkat kepatuhan terbaik.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar