EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup menguat. Itu seiring peningkatan harga minyak mentah paska -serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, dan penangkapan presiden Nicolas Maduro. Serangan militer tersebut diyakini investor tidak memicu konflik geopolitik yang bisa memberi sentimen negatif pasar. 

Saham sektor energi diuntungkan pembangunan kembali infrastruktur minyak Venezuela berhasil membukukan kenaikan cukup besar. Chevron, emiten paling diuntungkan karena sudah beroperasi di negara tersebut meroket 5,1 persen, dan disusul Exxon Mobile 2,2 persen.  Emiten jasa minyak dan gas seperti Halliburton Co surplus 7,84 persen, dan Agilent Technolohies Inc naik 3,61 persen.

Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan beberapa harga komoditas mineral logam seperti emas, tembaga, dan timah diprediksi menjadi sentimen positif pasar. So, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 8.770-8.680, dan resistance 8.950-9.040.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Timah (TINS), Merdeka Gold (MDKA), Archi Indonesia (ARCI), Hartadinata (HRTA), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Bank Neo (BBYB). (*)