Bursa Sepekan: IHSG Mantul 1,82%, Big Banks Primadona, DSSA, & Lainnya
:
0
Langit-langit di Main Hall Arena Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound solid sepekan terakhir. Penguatan 1,82% ini ditopang aksi beli di saham big caps dan rotasi ke sektor di luar financials.
Berdasarkan data olahan Riset Phintraco Sekuritas periode 31 Agustus - 4 September 2026, IHSG menguat 118,35 poin ke level 6.636,48 dari 6.518,12. Market breadth juga positif dengan 503 saham menguat versus 203 saham melemah.
Big Banks Drive The Rebound
BBRI, BBCA, dan BMRI jadi mesin utama penggerak IHSG sepekan ini. BBRI memimpin dengan kontribusi 29,353 poin ke indeks atau 24,80%, disusul BBCA 22,184 poin dan BMRI 13,956 poin. Penguatan juga datang dari NATO, BUMI, CUAN, BELI, BBNI, IMPC, dan BSIM.
"BBRI → BBCA → BMRI menjadi mesin utama penguatan indeks, disusul NATO → BUMI, menjadikan big caps sebagai penggerak utama rebound IHSG pekan ini," jelas Listri & Desy.
Di sisi lain, pemberat indeks terbesar datang dari BYAN -12,700 poin, VKTR, EMAS, SRAJ, dan MDKA.
Aksi beli asing juga terpusat di big banks. Di all market, BBRI jadi saham paling banyak dibeli asing senilai Rp1,059 triliun, lalu BBCA Rp745,9 miliar dan BMRI Rp674,3 miliar. Sementara di sisi jual, asing paling banyak melepas GOTO Rp366,9 miliar dan ISAT Rp194,2 miliar.
Industrials Set The Pace, Rotasi Meluas
Dari sisi sektor, Industri memimpin penguatan 5 hari dengan kenaikan 6,53%. Disusul sektor Energi +4,51% dan Teknologi +4,04%. Sektor Financials naik 3,23%.
"Industrials +6,53% menjadi sektor terdepan, diikuti Energy +4,51% dan Technology +4,04% — menunjukkan rotasi yang lebih luas di luar financials," sebut riset tersebut.
Related News
10 Saham Paling Banyak Dijual Asing dalam Sepekan, GOTO Teratas Rp366M
Sepekan Asing Net Buy Jumbo Rp2,31T, Mengalir Deras ke 10 Saham Ini
Garuda Ubah Aturan Bagasi Hitungan Koli, Kemenhub Kawal Transisi
Pangkas 300 Anak BUMN, DPR Minta Danantara Cegah PHK
Merger ELSA-PDSI Rugikan Negara, IRESS Usulkan Ini
Babak Berikutnya Pasar Kripto, Mulai Masuk Fase Repricing





