EmitenNews.com - PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) emiten batu bara taipan Low Tuck Kwong langsung ambruk di pra-pembukaan perdagangan Rabu (19/8/2026). Setelah ARA 2 hari beruntun, saham BYAN justru terbanting hingga mendasar ke Auto-Rejection Bawah (ARB) pada pukul 08.58 WIB.

Berdasarkan data RTI Business, BYAN turun 2.575 poin atau 14,91% ke Rp14.700 di pra-pembukaan. Padahal dua hari berturut-turut sebelumnya BYAN ditutup ARA pada Jumat (14/8) +20,00% ke Rp14.400 dan berlanjut ARA kembali Selasa (18/8) +19,97% ke Rp17.275.

Pelemahan drastis ini terjadi sehari setelah BYAN secara resmi membantah rumor akuisisi 62,2% saham oleh Jhonlin Grup milik Haji Isam.

BYAN: Tidak Ada Rencana Akuisisi 62,2%

Dalam keterbukaan informasi Selasa (18/8/2026), Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menyatakan tidak mengetahui adanya rencana tersebut.

"Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut," tulis Jenny.

BYAN juga menegaskan, "Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam."

Efek Domino Berbalik Arah

Kemarin rumor akuisisi BYAN memberikan efek domino ke saham-saham grup Jhonlin. 5 dari 6 emiten milik Haji Isam kompak ARA: JARR +24,88%, ASLI +24,76%, TEBE +24,73%, PGUN +19,93%, dan PACK +9,46%.

Namun, hari ini sentimen berbalik. Investor tampaknya melakukan profit taking masif di BYAN usai reli 43,96% dalam 2 hari.