EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positif memasuki bulan September 2026.

Senior Techincal Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG berhasil menutup Agustus 2026 dengan kinerja positf, dan menjadi katalis untuk bulan berikutnya melanjutkan tren penguatan. Kendati demikian, volatilitas masih perlu diwaspadai pelaku pasar.

Di samping itu, menurut Nafan, secara historis bulan September cenderung menantang alias terdapat September Effect yang membuat pergerakan indeks cukup volatifl.

Dalam 10 tahun terakhir yakni pada periode 2016 hingga 2025, IHSG mencatatkan 7 kali melemah dan 3 kali menguat, dengan rata-rata return di bulan September -0,88 persen.

September Effect adalah faktor risiko, bukan kepastian bahwa IHSG akan terkoreksi. Sehingga, peluang IHSG dapat netral hingga positif secara selektif. Bahkan potensi reli pun terbuka jika tekanan eksternal mereda dan rupiah stabil,” ujar Nafan, Senin (31/8/2026).

Nafan juga membeberkan beberapa faktor yang diperkirakan menjadi sentimen utama IHSG sepanjang bulan September. Di antaranya kebijakan the fed, kebijakan Bank Indonesia (BI) dan stabilitas rupiah, geopolitik dan harga minyak, arus dana asing hingga rebalancing indeks.

Di bulan September, dua penyedia indeks akan mulai memberlakukan hasil rebalancing indeks, dan akan dimulai esok hari dari MSCI. Lalu pada 18 September mendatang, rebalancing FTSE resmi efektif berlaku.

“Kedua rebalancing indeks global ini dapat meningkatkan volatilitas IHSG pada awal hingga pertengahan September,” kata Nafan.

Senada, Indo Premier Sekuritas (IPOT) dalam risetnya juga menuturkan, memasuki September 2026, prospek saham Indonesia diperkirakan akan diwarnai sentimen domestik dan global yang tarik-ulur.

Di sisi lain, IHSG berhasil menorehkan back-to-back rally dengan penguatan hingga 4,52 persen MoM ke level 6.518 sepanjang Agustus 2026.