EmitenNews.com -PT Indofarma Tbk (INAF) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 68 miliar pada 2023. Dana belanja modal tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN). 

 

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Indofarma Ariesta Krisnawan menuturkan, pihaknya menargetkan penyerapan belanja modal hingga Rp 24 miliar pada 2023 untuk mengembangkan bisnis perseroan. Selain itu, Indofarma juga menyiapkan belanja modal rutin dari pendanaan internal sebesar Rp 28 miliar.

 

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis alat kesehatan hingga pengembangan fasilitas manufakturing. Hingga Maret lalu, belanja modal tersebut telah terserap sebanyak Rp 1,7 miliar. 

 

"PMN saat ini masih dalam proses pengadaan, semoga semester II sudah bisa merealisasikan lebih baik lagi di mana lokasinya akan terserap untuk pengadaan mesin," kata Ariesta dalam paparan publik, Rabu (31/5/2023).

 

Di sisi lain, perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 1,86 triliun pada tahun ini, dengan pertumbuhan sebesar 63,36 persen dari realisasi pendapatan 2022. Dengan laba kotor sebesar Rp 406 miliar atau margin sebesar 22 persen, diharapkan laba tahun berjalan yang diperoleh 2023 sebesar Rp 5,1 miliar.

 

Dalam rangka mencapai target tersebut, Indofarma menginisiasi perubahan strategi (shifting strategy) dengan mengubah cara pendekatan dari hanya Business to Consumer (BtoC) menjadi Business to Business (BtoB) dengan pola partnership dalam proses produksi dan pemasaran.

 

Selain itu, perseroan fokus pada kelompok produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan kapabilitas yang dimiliki perseroan, optimalisasi pasar ekspor dan pemanfaatan fasilitas pabrik perseroan untuk produksi Natural Extract yang telah tersertifikasi CPOTB, Halal dan HACCP.

 

"Kita melihat Indofarma ini memiliki kekuatan di manufacturing capability. Kita punya fasilitas produksi yang luar biasa, kita akan mengembalikan bagaimana kita memperkuat kekuatan kita di manufacturing di hulunya sehingga yang kita lakukan lebih ke Business to Business," kata Direktur Utama Indofarma Agus Heru Darjono.