Capex Vale Indonesia (INCO) Naik 31% Jadi USD286 Juta di Tahun 2023
:
0
EmitenNews.com -PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyampaikan bahwa di sepanjang tahun 2023, Perseroan telah mengeluarkan belanja modal sekitar USD286,3 juta pada tahun 2023, atau meningkat 31% dari belanja modal yang dikeluarkan pada tahun 2022 utamanya untuk modal pertumbuhan.
CEO dan Presiden Direktur INCO, Febriany Eddy menuturkan, PT Vale telah mencapai kemajuan yang berarti di proyek pertumbuhannya baik di Bahodopi dan Sambalagi (yang dikenal sebagai proyek Morowali), Pomalaa, dan juga Sorowako.
"Untuk proyek Morowali, baru-baru ini kami telah mendapatkan AMDAL baru untuk area tambang di Bahodopi dan juga kawasan industri Sambalagi. Laju pembebasan lahan untuk area pertambangan telah meningkat pesat sehingga memungkinkan kami mencapai kemajuan yang berarti dalam pembangunan pertambangan, dan kami kini tengah melanjutkan pembangunan pelabuhan untuk pengangkutan bijih. Demikian pula, pekerjaan awal pembangunan pabrik di Sambalagi telah berjalan dengan baik, dan kami sedang melanjutkan proses kontrak EPC untuk pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukungnya," katanya.
Untuk proyek Pomalaa, kata Febriany, terus membuat kemajuan pada pekerjaan konstruksi awal tambang, sambil menyelesaikan proses tender EPC untuk pembangunan tambang di Pomalaa.
"Pasca penandatanganan perjanjian tiga pihak antara PT Vale, Huayou, dan Ford yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun lalu, dengan gembira kami menginformasikan bahwa Ford telah resmi bergabung menjadi pemegang saham PT Kolaka Nickel Indonesia (PT KNI), perusahaan patungan yang didirikan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik HPAL di Pomalaa," ujarnya.
Related News
Laba PGEO September 2026 Naik 21,45%, Kejar Kapasitas 1 GW pada 2028
Ritsuo Lepas Jabatan Dirut Bank JTrust (BCIC), Ini Calon Penggantinya
EPAC Rights Issue 2 Miliar Saham & Angkat Noprian Fadli Jadi Komut
Penjualan Hunian di Proyek Jumbo Agung Sedayu-Salim Group Melesat 34%
Pendapatan PYFA 9M-2026 Naik Dua Digit Jadi Rp2,4T, Rugi Menyusut
Underwriter IPO ANDA Henan Putihrai Sekuritas





