EmitenNews.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan marketing sales sebesar Rp3 triliun hingga akhir September 2026. Penjualan residensial menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,63 triliun atau 54% dari total prapenjualan, tumbuh 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut ditopang permintaan terhadap berbagai produk hunian di kawasan PIK2, mulai dari Rumah Milenial yang menyasar pembeli rumah pertama hingga proyek Pasir Putih Residence, Pasadena Spring, Padma, dan Bukit Nirmala. Perseroan juga menyebut insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) turut mendukung penjualan segmen ini.

Selain residensial, PANI memperoleh marketing sales Rp526 miliar dari segmen komersial. Penjualan ini mencakup produk seperti Bizpark PIK2 dan Rukan Marina Bay, yang mencerminkan kontribusi aktivitas bisnis di kawasan tersebut.

Sementara itu, segmen kaveling komersial di kawasan CBD PIK2 menyumbang Rp866 miliar. Dengan demikian, penjualan PANI hingga September 2026 tidak hanya berasal dari produk hunian, tetapi juga dari pemasaran ruang usaha dan lahan komersial.

Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan perseroan tetap berfokus mengembangkan PIK2 sebagai kawasan terpadu untuk memperkuat daya tarik kawasan dan mendorong permintaan pasar.

Sejumlah pengembangan infrastruktur dan fasilitas disiapkan untuk mendukung strategi tersebut. Di antaranya pembangunan Tol KATARAJA, operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Dermaga CBD Beachwalk yang membuka akses menuju Kepulauan Seribu, serta pembangunan Hotel Hilton PIK2.

Dari sisi pengembangan jangka panjang, PANI didukung cadangan lahan atau land bank seluas 1.828 hektare yang dikelola melalui 12 entitas anak. Cadangan lahan tersebut menjadi basis pengembangan proyek-proyek baru di kawasan PIK2.

Sebagai informasi, pemegang saham pengendali PANI yaitu PT Multi Artha Pratama (MAP) yang bergerak di bidang pengembang properti di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), telah mengambil alih saham PANI sebanyak 80% atau sebesar 328 juta lembar saham pada 2021.

Dengan masuknya MAP sebagai pemegang saham mayoritas, PANI diversifikasi portofolio usaha menjadi pengembang properti yang disponsori oleh Agung Sedayu Group dan bekerja sama dengan Salim Group.