EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat. Namun, perjalanan indeks tersebut cenderung volatile. Kondisi itu, didorong soliditas Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, dan inflow investor asing masih cukup deras.
Sementara para pelaku pasar masih akan menunggu rilis consumer confidence Indonesia dengan perkiraan masih mengalami ekspansi. ”Kami perkirakan Indeks akan bergerak pada rentang support 7.040, dan resisten 7.120,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (8/8).
Secara teknikal, Indeks masih maintain di atas level psikologis 7.000. Indeks juga telah break resistance 7.070. Lalu, indicator, MACD, dan stochastic menunjukkan trend bullish. Beberapa saham berpotensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain EMTK, BRPT, TLKM, TOWR, WIKA, BBCA, ABBA, dan INDY.
Akhir pekan lalu, Indeks menguat 0,39 persen menjadi 7.085. Sejumlah sektor pendorong apresiasi Indeks antara lain transportasi dan logistik surplus 2,42 persen, infrastruktur naik 1,35 persen, dan basic materials menanjak 0,78 persen. Investor asing mencatat netbuy Rp1,30 triliun dengan saham-saham paling banyak dibeli investor asing TLKM, BBCA, dan UNVR.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi cenderung koreksi. Hany indeks Dow Jones surplus 0,23 persen. Bursa AS anjlok didorong saham teknologi di tengah rilis tingkat pengangguran berkurang. Kondisi itu, membuat optimisme para pelaku pasar akan pelemahan ekonomi AS. Pagi ini, bursa Asia mengawali perdagangan dengan bervariasi. Indeks Kospi minus 0,52 persen, Nikkei 225 surplus 0,12 persen. (*)
Related News
IHSG Sepekan Menghijau, Tapi Risiko Masih Mengintai
Awal 2026, BTN Rajai Penyaluran KPR Sejahtera FLPP
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025





