Cegah Anjlok, AS dan Jepang Kompak Intervensi Pasar Yen
:
0
Mata uang yen Jepang menguat hingga melewati level 156 per dolar AS pada perdagangan hari Senin. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Mata uang yen Jepang menguat hingga melewati level 156 per dolar AS pada perdagangan hari Senin. Penguatan ini mencatatkan kenaikan hampir 5 persen selama tiga sesi berturut-turut setelah otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mengonfirmasi aksi intervensi pasar secara terkoordinasi.
Langkah penguatan yen ini berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Fluktuasi mata uang yen dan dolar AS kerap memicu penyesuaian pada pergerakan nilai tukar rupiah serta nilai transaksi impor bahan baku dan barang modal asal Jepang oleh para pelaku usaha di dalam negeri.
Laporan Trading Economics mencatat bahwa langkah penyelamatan mata uang ini melibatkan Kementerian Keuangan Jepang dan Departemen Keuangan Amerika Serikat.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengkonfirmasi tindakan bersama tersebut untuk melawan pergerakan yen yang tidak teratur, sementara Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan AS bergabung dalam intervensi terkoordinasi pekan lalu sebagai bentuk dukungan untuk Jepang dan untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi global.
Operasi pembelian yen dilakukan menyusul merosotnya mata uang Jepang tersebut ke level terendah dalam 40 tahun pada bulan lalu. Anjloknya nilai tukar yen sebelumnya dipicu oleh tingginya biaya energi, meningkatnya kekhawatiran fiskal, serta pelebaran perbedaan suku bunga acuan.
Pemerintah Jepang menyatakan siap kembali melakukan aksi intervensi tambahan apabila dinamika pasar membutuhkan langkah stabilisasi lebih lanjut. Otoritas keuangan Jepang menegaskan terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Amerika Serikat guna mengawal pergerakan pasar valuta asing.(*)
Related News
Rebound! PMI Manufaktur RI Capai ke 50,2, Tertinggi Dalam 5 Bulan
Jepang-AS Kompak Borong Yen di Pasar, Pertama Dalam 15 Tahun
Emas Tak Beri Imbal Hasil, Investor Beralih ke Obligasi, HPE Turun
BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Daerah Tetap Baik, Ini Pendorongnya
Redam Volatilitas, 4 Saham Energi Global Jadi Opsi Investor
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Anjlok 4 Persen





