EmitenNews.com - MSCI merilis daftar depak (deletions) sebanyak 18 konstituen Indonesia untuk periode May 2026 pada Kamis, 13 Mei 2026. Sebanyak 11 saham tercatat masih tersisa dan bertahan sebagai penghuni segmen Global Standard dan berikut juga 42 saham tersisa penghuni segmen Small Cap, yang menjadi acuan fund manager dalam melakukan rebalancing portofolio.

Co-Founder PasarDana sekaligus Praktisi Pasar Modal Dr. Hans Kwee dikutip Rabu (15/5) mengatakan reaksi pasar atas pengumuman rebalancing MSCI sebaiknya direspons lebih tenang. 

"Penghapusan sejumlah emiten lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan serta-merta mencerminkan kerusakan fundamental pada perusahaan tersebut," ujar Hans.

Analis: Rebalancing MSCI Bersifat Teknikal, Bukan Kerusakan Fundamental 

Menurut Hans, volatilitas jangka pendek justru membuka peluang akumulasi pada saham blue chip dan small cap yang terkoreksi anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa. 

"Periode penyesuaian indeks adalah momentum 'pembersihan' untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel. Pengumuman MSCI ini bisa jadi bottom dari koreksi IHSG sebelum kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan," kata Hans.

Perubahan komposisi indeks ini efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Fund manager pasif yang mengikuti indeks MSCI umumnya menyesuaikan portofolio mereka pada periode terakhir menjelang tanggal efektif. 


Segmen MSCI Global Standard Index

Saham-saham big caps yang bertahan antara lain:

1. ASII - Astra International Tbk