EmitenNews - IHSG diperkirakan cenderung menguat terbatas dan kembali menguji resistance di level 6380 pada perdagangan Senin (15/3), setelah pada penutupan pasar Jumat (12/3) ditutup menguat signifikan 1.49 persen di level 6358.21.

Secara teknikal, terbentuk pola rising window pada penguatan Jumat lalu. Penguatan tersebut juga memperkuat sinyal golden cross pada indikator Stochastic RSI.


Selain faktor teknikal, analis memperkirakan coronavirus relief package senilai USD1.9 triliun oleh Pemerintah AS turut menjadi katalis positif bagi IHSG.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI). Terkait data tersebut, sejumlah ekonom memperkirakan perbaikan kinerja impor di Februari 2021.


"Perbaikan kinerja impor dapat menjadi salah satu indikator akselerasi aktivitas ekonomi dan konsumsi di Indonesia pada periode tersebut," kata analis dari Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan.

Pelaku pasar dapat mencermati potensi technical rebound lanjutan pada ADHI, WSKT dan BBKP. Saham lain yang menurutnya dapat dicermati adalah BMRI, TLKM, PWON, CTRA dan SMRA.

Kajian teknikal Binaartha berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance minimum berada pada 6281.09 hingga 6394.45. Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI telah menunjukkan sinyal positif.


"Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," kata M. Nafan Aji Gusta Utama dari Binaartha Sekuritas.

Ia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dijadikan pertimbangan investor hari ini. Antara lain:

BBRI, Daily (4580) (RoE: 9.33%; PER: 29.91x; EPS: 152.78; PBV: 2.79x; Beta: 1.46): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 4540 - 4580, dengan target harga secara bertahap di level 4750, 4950, 5450 dan 5950. Support: 4450 & 4190.