ARTO juga sukses melakukan perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan yang diharapkan dapatb berimbas terhadap harga saham ARTO ke depan.
Katalis positif lainnya datang dari kolaborasi antara ARTO dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Kedua entitas ini diketahui melakukan kerja sama fasilitas pembiayaan bersama (joint financing) senilai Rp 2 triliun.
Dalam konteks kerja sama tersebut, ARTO akan bertindak sebagai pemberi fasilitas pembiayaan kepada BFI Finance. Kolaborasi ini merupakan implementasi strategi penyaluran kredit melalui kemitraan (partnership lending) berbasis ekosistem.
Related News

Drop 177 Persen, GTBO 2024 Berbalik Boncos USD3,21 Juta

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun