Cetak Laba Bersih Rp1,54T, Tekad Bank Jatim Jadi BPD Nomor Wahid
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM). Dok. Bank Jatim.
EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan laba bersih senilai Rp1,54 triliun sepanjang 2025. Itu berarti kinerja Bank Jatim tumbuh 20,65 persen year on year (yoy) dibandingkan sepanjang 2024. Wujudkan tekad jadi bank BPD nomor wahid di Indonesia, Bank Jatim melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama.
"Bank Jatim sukses membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau naik 20,65 persen (yoy) dari tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia, Bank Jatim melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama. Yaitu aspek tata Kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank.
Dari sisi intermediasi, perseroan mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp67,24 triliun pada 2025, atau tumbuh 4,98 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Untuk komposisi kredit perseroan terdiri atas kredit konsumer senilai Rp36,54 triliun atau tumbuh 6,20 persen (yoy), serta kredit produktif senilai Rp30,7 triliun atau tumbuh 3,55 persen (yoy).
Dalam penjelasannya, Winardi mengemukakan sepanjang 2025 perseroan fokus menitikberatkan pada penetrasi dana murah, dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan juga jumlah nasabah.
Semua itu terefleksikan dari kinerja dana pihak ketiga seperti giro sebesar Rp21,4 triliun atau tumbuh 12,5 persen (yoy).
Dari sisi Net Operating Assets (NoA), jumlah nasabah tumbuh 5,64 persen (yoy) atau total nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK) sejumlah 10.915.749.
Selanjutnya, user JConnect IB Corporate perseroan tercatat sebanyak 11.199 atau tumbuh 14,79 persen (yoy) dengan jumlah transaksi sebesar Rp23,36 triliun.
Sementara itu, QRIS Bank Jatim mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp3,94 triliun atau tumbuh 47,25 persen (yoy).
Dalam layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Winardi mengatakan perseroan memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM.
Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14,842 agen.
Bank Jatim terus berupaya melakukan perbaikan kualitas aset melalui beberapa langkah. Antara lain melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6 persen atau equivalen Rp192 miliar, serta restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas.
Total kredit yang telah direstrukturisasi oleh perseroan mencapai Rp4,17 triliun.
Kemudian, per akhir 2025, total aset perseroan tumbuh 42,93 persen (yoy) menjadi senilai Rp168,85 triliun, dibandingkan senilai Rp118,142 triliun pada 2024. Penyaluran pinjaman juga tumbuh 46,65 persen (yoy) dari sebelumnya Rp75,35 triliun pada 2024, menjadi Rp110,50 triliun pada 2025. ***
Related News
Kinerja 2025 Melonjak, DCII Tetap Kebut Ekspansi di 2026
SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen
Yulie Sekuritas Borong Saham DYAN, Kepemilikan Naik Jadi 7 Persen





