EmitenNews.com - PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas (PUT III ) untuk penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sampai dengan tanggal 31 Desember 2021.

 

Suryandi Direktur TPIA hari ini Kamis (13/01) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil penawaran umum terbatas HMETD efektif tanggal 20 Agustus 2021 sebesar Rp15,5 triliun dengan total realisasi biaya penawaran umum sebesar Rp6,89 miliar atau sekitar 0,045% dari jumlah Hasil Penawaran Umum. Dengan demikian TPIA memperoleh hasil bersih penawaran umum sebesar Rp15,49 triliun.

 

Lebih lanjut Suryandi memaparkan dalam rencananya TPIA akan menggunakan Seluruh dana bersih yang diperoleh dari PUT III dengan HMETD untuk pembangunan pabrik baru berupa komplek petrokimia terintegrasi oleh entitas anak Perseroan, CAP-2 yang antara lain terdiri dari pabrik naphta cracker, pabrik polymer serta fasilitas dan utilitas terkait untuk menunjang operasional pabrik diantaranya seperti power supply, boiler, water treatment, jetty dan tangki penyimpanan.

 

Hal ini sejalan dengan strategi TPIA untuk memperluas kapasitas produksi dan skala usaha dalam melayani kebutuhan pasar Indonesia. Dana hasil PUT III HMETD akan disalurkan kepada CAP-2 melalui penyertaan modal, selanjutnya realisasi untuk penggunaan sebagaimana yang dimaksud dalam Rencana tersebut sebesar Rp0 atau 0% dari Hasil Bersih.

 

Suryandi menambahkan TPIA menyimpan sisa dana hasil penawaran umum HMETD sebesar Rp15,49 triliun dalam bentuk deposito berjangka di Bank dengan tingkat suku bunga dalam USD 0,25%-0,5% pa dengan jangka waktu 1-6 bulan.