EmitenNews.com - Kinerja lini usaha jasa angkutan laut Daaz Bara Lestari (DAAZ) diproyeksi meningkat sepanjang tahun ini. Itu menyusul penerimaan 12 set tug and barge pada 2024 lalu. Kedatangan 12 set tug and barge telah beroperasi secara penuh itu, menelan investasi lebih dari Rp730 miliar.

Aset 12 set tug and barge itu, digunakan untuk melayani pengangkutan komoditas Indonesia Timur. Tambahan armada tersebut mencerminkan langkah proaktif Daaz Bara dalam mengoptimalkan layanan angkutan laut sebagai salah satu pilar utama bisnis perusahaan.

”Kami optimistis kinerja lini usaha jasa angkutan laut akan meningkat tahun ini dengan tambahan armada baru kami terima tahun lalu. Investasi itu, bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan layanan, dan menambah kapasitas pengangkutan untuk memenuhi kebutuhan industri komoditas mineral terus berkembang,” tegas Erlyn Sulistio, Direktur Daaz Bara.

Erlyn menambahkan langkah itu, diharap memberi dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan anak usaha, dan memperkuat posisi Daaz Bara sebagai pemain utama dalam sektor jasa angkutan laut. Penambahan 12 set itu, menjadikan total armada perusahaan telah beroperasi mencapai 58 unit tugboat, dan 49 unit tongkang. 

Saat ini, Daaz Bara juga tengah mempertimbangkan untuk menambah tug and barge lagi. Daaz Bara melihat prospek bisnis angkutan laut tetap cerah sepanjang 2025. "Potensi pertumbuhan bisnis angkutan laut sangat menjanjikan, seiring pertumbuhan industri pengolahan mineral didorong kebijakan hilirisasi mineral pemerintah Indonesia," ucap Erlyn.

Daaz Bara mulai beroperasi sejak 2009, dan telah berkembang dari perdagangan mineral menjadi grup perusahaan terintegrasi. Melayani perdagangan komoditas, jasa angkutan laut, dan jasa pertambangan. Melalui anak usaha, Daaz Bara menyediakan solusi rantai pasok komprehensif untuk sektor pertambangan, dan pengolahan mineral. (*)