EmitenNews.com - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) melaporkan bahwa hingga akhir Desember 2025, Perseroan belum menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang diperolehnya sepanjang tahun lalu.

Presiden Direktur YUPI, Yohanes Teja dalam keterbukaan informasi Selasa (13/1), menyampaikan bahwa Perseroan meraih dana IPO bruto sebesar Rp612,6 miliar setelah memperoleh pernyataan efektif pada 25 Maret 2025. Setelah dikurangi biaya emisi senilai Rp15,9 miliar, dana bersih IPO yang diterima mencapai Rp596,6 miliar.

Seluruh dana tersebut saat ini masih ditempatkan di Bank CIMB Niaga dalam bentuk simpanan berjangka dengan tingkat bunga 5 persen dan jangka waktu satu bulan.

Sebagai catatan, YUPI tercatat sebagai salah satu emiten unggulan yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025, dengan melepas 256,33 juta saham baru pada harga penawaran Rp2.390 per saham.

Mengacu pada prospektus IPO, Perseroan berencana menggunakan sekitar 77 persen dana IPO untuk belanja modal, terutama pembangunan pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 dengan kebutuhan dana sekitar Rp437,5 miliar.

Adapun, sisa 23 persen dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, guna mendukung ekspansi bisnis domestik dan internasional, termasuk pembiayaan distribusi, pembelian bahan baku, proses produksi, penambahan tenaga kerja, serta peningkatan aktivitas penjualan.