Saham Reli Ratusan Persen, IFSH Beber Hasil Eksplorasi Nikel Q4-2025
Potret kawasan operasional tambang milik emiten PT Ifishdeco Tbk. (IFSH). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) emiten pertambangan nikel ini mengungkapkan laporan aktivitas operasional dan eksplorasi terbaru di tengah lonjakan tajam harga saham-saham komoditas seperti nikel di pasar reguler.
Pada perdagangan Selasa (13/1), saham IFSH melesat mentok Auto Rejection Atas (ARA) 25 persen ke level Rp2.100. Secara kinerja, saham ini telah melonjak 125,81 persen dalam sepekan, melesat 162,5 persen dalam sebulan, dan menguat 159,26 persen dalam tiga bulan terakhir.
Corporate Secretary IFSH, Rivka Rotua Natasha dalam laporan eksplorasi bulanan menyampaikan bahwa sepanjang Oktober hingga November 2025, perseroan aktif melakukan kegiatan eksplorasi di Blok Utara yang berlokasi di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sementara pada Desember 2025 tidak terdapat aktivitas eksplorasi.
Pada Oktober 2025, perseroan mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar Rp368 juta. Kegiatan difokuskan pada pengeboran open hole di zona sedimen, touch core saat ditemukan indikasi laterit, serta full core pada zona laterit. Seluruh kegiatan pengeboran dilakukan menggunakan mesin bor milik sendiri (in-house), dengan jarak antar lubang (hole spacing) sekitar 50 meter untuk mendukung perencanaan tambang.
Memasuki November 2025, aktivitas eksplorasi berlanjut di area yang sama dengan total biaya meningkat menjadi Rp429 juta. Metode eksplorasi tetap menggunakan pola pengeboran serupa, disertai pengukuran topografi menggunakan alat total station pada setiap lubang bor. Sampel hasil pengeboran hingga akhir periode masih dalam tahap analisis assay oleh laboratorium internal perseroan.
IFSH juga mengungkapkan rencana tindak lanjut eksplorasi melalui pengeboran Tahap VI dengan menggunakan lima unit alat bor, terdiri atas tiga unit Jacro 200 dan dua unit Jacro 175. Target pengeboran mencakup 1.800 meter dengan total 214 titik bor, yang akan tersebar di area perluasan seluas 7 hektare, area segitiga 10,2 hektare, serta area eksisting seluas 36,4 hektare.
IFSH mengemukakan bahwa seluruh kegiatan eksplorasi tersebut bertujuan untuk mendukung perencanaan dan pengembangan tambang di Blok Utara, seiring meningkatnya perhatian investor terhadap saham perseroan di pasar modal.
Related News
CDIA Salurkan 51 Persen Dana IPO, Sisanya Disimpan 1 Bulan di Bank DBS
Bank of Singapore Genapkan Kepemilikan 8 Persen di PTSP
Surge (WIFI) dan Pos Pro Kerja Sama Percepatan Infrastruktur Digital
Perkuat Tata Kelola, BPFI Tetapkan Jajaran Pengurus Baru
Aksi Divestasi Pengendali GULA Berlanjut, Kini Lepas 20 Juta Saham
Dana IPO YUPI Belum Terpakai, Rp596,6 Miliar Masih Parkir di Bank





