Danantara Pastikan Groundbreaking Peternakan Ayam 6 Februari 2026
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Dok. Detiknews.
EmitenNews.com - Rencana investasi Rp20 triliun pemerintah melalui Danantara muntuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi terus bergulir. Setelah seremoni groundbreaking yang awalnya dijadwalkan pada 28 Januari 2026, kemudian ditetapkan pembangunan awalnya pada Jumat (6/2/2026) pekan ini.
Dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (4/2/2026), CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan, enam proyek hilirisasi akan melakukan groundbreaking pada tanggal 6 Februari 2026, termasuk proyek peternakan ayam pedaging, dan petelur itu.
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman pada Kamis (22/1/2026) mengatakan, pembangunan pabrik peternakan ayam pedaging dan ayam petelur ini ditujukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Juga sekaligus memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional.
Pembangunan pabrik pakan dan produksi anak ayam umur sehari (day old chick/DOC) juga ditujukan sebagai solusi permanen untuk mengatasi fluktuasi harga telur ayam dan DOC di pasar.
Mentan mengatakan, langkah ini sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Pendanaan oleh Danantara bagian dari rencana hilirisasi pangan yang lebih besar dan akan melibatkan sejumlah BUMN sektor pangan yakni PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Berdikari.
Hilirisasi ayam terintegrasi pun diharapkan dapat menjadi model produksi modern di mana proses pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan dan distribusi berjalan dalam satu sistem.
Melalui keterlibatan BUMN, negara hadir memberikan kepastian bagi peternak, dari bibit, rantai pasok hingga pemasaran hasil usaha, sehingga harga tidak lagi dikendalikan sepenuhnya oleh pasar bebas yang sering merugikan peternak/produsen kecil.
Provinsi Kalimantan Barat ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi berskala nasional, yang akan dibangun di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.
"Kegiatan ground breaking (peletakan batu pertama) untuk program tersebut direncanakan digelar di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak, pada Januari ini," kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Landak, Selasa (6/1/2026).
Pemprov Kalbar menyambut baik rencana pelaksanaan ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di wilayah Kalimantan Barat.
"Saya berharap program ini dapat membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan daging ayam dan telur, sehingga harga yang diterima masyarakat bisa lebih terjangkau dengan kualitas yang baik," tuturnya.
Bagi Gubernur Ria Norsan, kehadiran industri peternakan ayam terintegrasi akan memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menekan fluktuasi harga komoditas pangan strategis, khususnya daging ayam dan telur ayam, di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Chief Executive Officer Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi tersebut akan dilaksanakan secara serentak di 13 provinsi di Indonesia. Untuk Kalimantan Barat, dipusatkan di Kawasan Industri Mandor, Kabupaten Landak.
"Ground breaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi ini akan dilaksanakan serentak di 13 provinsi dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Jawa Timur. Kami berharap Bapak Gubernur Kalimantan Barat dapat mengikuti kegiatan tersebut secara virtual," katanya. ***
Related News
Harga Emas Antam Lompat Rp102.000 Per Gram
Bertemu Investor, Airlangga Pastikan Pemerintah Jaga Stabilitas Pasar
Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Dekati 8 Persen Pada 2029
Menkeu Purbaya Terima Laporan Januari 2026 Pajak Tumbuh 30 Persen
BPD Bali Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun, Bagikan Dividen Rp878 Miliar
Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Menguat Terhadap Dolar AS





