Danantara Targetkan Aset Kelolaan Naik Tiga Kali Lipat Pada 2030
:
0
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan total aset yang dimiliki badan pengelola dana investasi negara tersebut naik tiga kali lipat pada 2030.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan total aset yang dimiliki badan pengelola dana investasi negara tersebut naik tiga kali lipat pada 2030.
Dalam Panel Diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1) Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengungkapkan saat ini total aset Danantara mencapai USD900 miliar atau sekitar Rp15,29 kuadriliun pada kurs Rp16.985/USD.
"Dalam lima tahun mendatang, kami harus meningkatkan (aset) melalui penciptaan nilai dan sebagainya, dan secara bertahap mencapai tujuan kami untuk melipatgandakan jumlah tersebut hingga tiga kali lipat pada tahun 2030," ujarnya, seperti yang disaksikan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi dari Jakarta, Selasa.
Untuk merealisasikan target tersebut, ia mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan konsolidasi terhadap 1,068 BUMN menjadi 221 entitas usaha dalam 3-4 tahun ke depan.
Al-Arief menyatakan, saat ini ribuan perusahaan pelat merah yang menjadi portofolio Danantara tersebut berada di bawah pengelolaan sekitar 50 holding di berbagai sektor.
"Mungkin dalam 3-4 tahun, dari 1.068 (perusahaan) akan bertransformasi menjadi 200 lebih Badan Usaha Milik Negara yang dikelola secara profesional agar lebih kompetitif dalam jangka panjang," ucapnya.
Ia menyatakan, proses konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk menghadirkan efisiensi, profesionalisme, dan daya saing global bagi BUMN Indonesia.
Al-Arief mengatakan, saat ini dua BUMN dalam portofolio Danantara, yakni Pertamina dan PLN, telah masuk dalam daftar Fortune 500.
Ia pun berharap transformasi tersebut akan mendorong lebih banyak BUMN Indonesia masuk ke dalam daftar bergengsi tersebut.
Ia menuturkan, saat ini proses konsolidasi telah mulai berjalan dalam tahap tinjauan bisnis mendasar (fundamental business review) terhadap setiap lini usaha.
Related News
PSEL Legok Nangka Siap Olah 2.131 Ton Sampah Jadi 40 MW Listrik
IHSG Melemah ke 6.091, Volume Transaksi BNBR dan BUMI Terbesar
Lokomotif Ekonomi, BTN Perkuat Kemitraan dengan Pemprov Malut
Baksos Operasi Katarak BCA Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Mentawai
IHSG Mendadak Junam ke Level 6.000 Usai Sempat Dibuka Naik!
BBM Subsidi Batal Naik, Prabowo Kebut PLTS 100 GW





