Dapen Bank Jateng Kembali Bermanuver, Saham YOII Terjun Bebas
Pengurus Asuransi Digital Bersama menjelaskan perkembangan perseroan usai pencatatan perdana saham di Bursa Efes Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Dana Pensiun (Dapen) Bank Jateng terus membuang saham Asuransi Digital Bersama (YOII). Itu dilakukan dengan menjual 13,87 juta eksemplar. Transaksi penjualan telah ditahbiskan pada 6 Januari 2026.
Tindakan divestasi tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp122 per lembar. Harga jual itu, lebih tinggi 7 poin alias 6,08 persen dari penutupan saham perseraon episode 6 Januari 2026 di level Rp115. Dengan begitu, Dapen Bank Jateng meraup dana Rp1,69 miliar.
Menyusul aksi jual itu, timbunan saham Asuransi Digital Bersama dalam genggaman Dapen Bank Jateng terus merosot. Tepatnya, menjadi 291,96 juta lembar alias 8,52 persen. Terpangkas 0,405 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi sebanyak 305,84 juta lembar.
Kodeksi saham sebelum transaksi dalam pangkuan Dapen Bank Jateng tersebut selevel dengan 8,9272 persen. Setelah aksi profit taking itu, saham Asuransi Digital mengalami tekanan hebat. Sepanjang perdagangan kemarin, saham perseroan menyentuh level tertinggi Rp116 dan terendah Rp109 dengan pembukaan Rp115.
Akhirnya, saham perseroan ditutup dengan tersungkur 4 poin aliass 3,48 persen menjadi Rp111. Sebelumnya, pada 5 Januari 2026, Dapen Bank Jateng melepas 8.290.000 saham pada harga Rp120 per helai ssenilai Rp994,8 juta.
Aksi ambbil untung Dapen Bank Jateng itu seiring perhatian investor terhadap kesiapan permodalan emiten asuransi menjelang implementasi aturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan POJK No. 23 Tahun 2023, perusahaan asuransi konvensional diwajibkan memenuhi ekuitas minimum Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026.
Oleh karena itu, sepanjang tahun ini, sejumlah perusahaan asuransi akan melakukan beragam aksi korporasi. Itu penting dilakukan untuk memenuhi ketentuan regulasi tersebut. So, gerak saham asuransi akan mengalami turbulensi sepanjang belum memenuhi aturan tersebut. (*)
Related News
Kuartal III 2025, INCO Sedot Biaya Eksplorasi USD1,67 Juta
Kebut KEK Lido, KPIG Private Placement Rp153 per Lembar
Gandeng Kalista, NTBK Tancap Gas Truk Listrik BeratÂ
Grup Bakrie (ENRG) Ungkap Transaksi Baru
Izin Investor, TRUE Sodorkan Private Placement 757,11 Juta Lembar
FOLK Siapkan Private Placement Rp56,99 Miliar





