Dari Dapen AS Hingga Raja Indeks Emas, Ini Jejak Raksasa Global di BEI
:
0
Dari Dapen AS Hingga Raja Indeks Emas, Ini Jejak Raksasa Global di BEI. Foto Emitennews
EmitenNews.com - Kehadiran investor asing di Bursa Efek Indonesia selalu menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar modal. Laporan terbaru Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengenai kepemilikan saham di atas 1 persen pada akhir September 2026 membuka fakta bahwa sejumlah institusi raksasa global terus mengoleksi saham perusahaan-perusahaan lokal. Mereka beroperasi sebagai pengelola dana bernilai triliunan dolar yang menempatkan modal dengan strategi dan target spesifik, mulai dari pendekatan pasif mengikuti indeks hingga seleksi ketat berdasarkan prinsip keberlanjutan. Siapa saja kah mereka dan emiten apa yang menjadi pilihannya?
Baca Juga: Tukar Guling Rp14,57 T, Ultrajaya Rela Bagi Takhta ke Frisian Flag
Jejak Sang Raja Indeks Emas di Sektor Tambang
Berdasarkan pencatatan KSEI per 30 September 2026, VanEck Gold Miners ETF asal Amerika Serikat muncul sebagai pemegang saham berbobot di dua perusahaan tambang nasional.
Reksa dana bursa atau ETF ini beroperasi layaknya keranjang investasi raksasa yang khusus mengumpulkan saham perusahaan emas dan mineral dari berbagai bursa dunia. VanEck tercatat memborong 786.221.300 lembar saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencerminkan porsi kepemilikan sebesar 1,08 persen.
Baca Juga: Tersingkir dari MSCI Mei 2026, Rapor AMMN Berbalik Laba Berkat Tembaga
Alokasi yang lebih besar terlihat pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dengan penguasaan 2,50 persen atau sebanyak 3.547.333.400 lembar saham. Masuknya instrumen pasif seperti VanEck mengonfirmasi bahwa kedua emiten ini telah memenuhi kriteria ketat terkait ukuran kapitalisasi pasar dan likuiditas transaksi harian di level global. Uang yang ditanamkan ini bergerak secara otomatis mengikuti komposisi indeks emas dunia, sehingga relatif stabil dan tidak diperjualbelikan secara harian.
Baca Juga: Lonjakan Sales Energi Hijau & Internet, DSSA Lepas Bayang Batu Bara?
Membidik Valuasi Diskon di Sektor Semen
Di sektor bahan bangunan, data KSEI memperlihatkan keberadaan Invesco Funds yang berdomisili di Luksemburg. Sebagai salah satu pengelola reksa dana terkemuka dari Amerika Serikat dengan total dana kelolaan melebihi 1,5 triliun dolar AS, Invesco memilih untuk mengamankan 166.372.410 lembar saham BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), setara dengan 2,46 persen kepemilikan.
Related News
Saham HSC Kini Jadi 61, Kenapa Dikuasai Bank & Bisnis Keluarga?
Bisnis Tiket Pesawat GIAA Rugi, Bengkel & Katering Justru Moncer
Pendapatan Gacor di Semester I 2026, Kok Garuda Indonesia Masih Tekor?
Lonjakan Sales Energi Hijau & Internet, DSSA Lepas Bayang Batu Bara?
Rugi Susut, Titik Terang di Balik Rak Supermarket Premium Grup Djarum
Saham Edwin Soeryadjaya Berbalik Laba, Nikel Jadi Tulang Punggung MDKA





