EmitenNews.com -Pasar Modal Indonesia kembali disajikan berbagi isu yang semakin menarik, saat gejolak MSCI terhadap IHSG masih belum mereda. Kini Regulator di Pasar Modal Indonesia, yaitu PT Bursa Efek Indonesia menyatakan telah meraih persetujuan atas perubahan anggaran dasar, pembagian dividen hingga demutualisasi.

Adapun tekanan terhadap pasar modal bisa di lihat dari penurunan IHSG yang sangat dalam mencapai 39,62 persen secara year to date ke level 5.282,31 pada penutupan Rabu 28 Oktober 2026. Bahkan level terendah sepanjang tahun ini ada di level 4.900 an pada 19 Oktober 2026.

Jika melihat data IHSG sejak Oktober 2021, level saat ini adalah yang terendah sejak 5 tahun terakhir. Bahkan IHSG sudah hampir mendekati level terendah saat covid-19, yang berada di level 4.500 an pada periode Maret 2020.

Sedangkan IHSG sendiri sempat melambung sangat tinggi ke level 9.000 an pada Periode Januari 2026. IHSG menjadi indeks dengan penurunan terdalam di kawasan ASEAN bahkan di Asia.

Jika di tarik lebih jauh ke belakang, IHSG saat ini hampir sama dengan 10 tahun lalu di periode Juli-Desember 2016, yang bergerak pada rentang 4.917,58 pada 1 Juli hingga 5.296,71 pada 30 Desember 2016.

Melihat tahun 2016, cukup menarik karena pada tahun itu, jumlah emiten baru atau IPO yang terjadi hanya 16 perusahaan dengan total emiten saham sampai akhir tahun 2016 hanya sebanyak 537 perusahaan, jika dibandingkan tahun 2015 yang hanya 512 perusahaan. Saat periode itu, PT Bursa Efek Indonesia dipimpin oleh Direktur Utama bernama Tito Sulistio atau akrab di sapa TTS oleh kalangan Wartawan, Tito menjabat Direktur Utama BEI periode 2015-2018.

Kali ini, pada tahun 2026 yang memiliki akhir angka 6, PT Bursa Efek Indonesia di nahkodai oleh Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama yang menggantikan Iman Rachman yang sebelumnya mengundurkan diri sebelum masa baktinya habis. Jeffrey sendiri sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan dan menjadi PJS menggantikan Iman Rachman.

Untuk tahun 2026 sendiri, jumlah Emiten saham total tercatat sekitar 962 emiten. Realita IPO per Oktober 2026, baru ada 7 perusahaan yang melantai melalui Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2026.

Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merevisi target pencatatan saham baru pada tahun 2026 menjadi 15 perusahaan, jumlah ini diturunkan dari target awal sebanyak 50 perusahaan.