EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali melanjutkan penguatan. Itu ditopang optimisme investor terhadap emiten produsen Chip, koreksi harga minyak mentah, dan rilis laporan keuangan emiten kuartal ketiga tahun ini. Saham Broadcom menguat 4 persen setelah Bank of America, Morgan Stanley, dan Blackstone mengumumkan pembiayaan USD63 miliar untuk membeli teknologi Broadcom bagi Anthropic.

Penguatan Broadcom membuat saham produsen chip lain ikut terdongkrak naik. Micron Technology melesat 2,77 persen, dan Advance Micro Device melejit 5,45 persen. Harga minyak mentah jenis WTI terkoreksi 1,83 persen menjadi USD99,90 per barel, dan Brent melemah 1,67 persen menjadi USD113,88 per barel.

Itu terjadi setelah ada laporan pemimpin spiritual tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, dan petinggi militer Mohsen Rezaei sedang berdiskusi mengenai kondisi Iran untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS). Penguatan indeks bursa Wall Street, harga beberapa komoditas terutama mineral logam, dan rilis laporan keuangan emiten diprediksi menjadi sentimen positif pasar.

Sementara itu, aksi jual investor asing berlanjut, dan pelemahan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.185-5.105, dan resistance 5.350-5.430.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham HM Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), Dharma Satya Nusantara (DSNG), Astra Agro Lestari (AALI), Sawit Sumbermas (SSMS), dan Triputra Agro (TAPG). (*)