EmitenNews.com - Emiten grup Djarum, PT Remala Abadi Tbk (DATA) mencatat pendapatan sebesar Rp248,24 miliar pada semester I 2026. Jumlah itu mengalami peningkatan 21,75 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp203,90 miliar. Alhasil, DATA berhasil membukukan peningkatan laba bersih 71,32 persen menjadi Rp58,78 miliar dari Rp34,31 miliar.

Meski mengalami peningkatan beban pokok pendapatan 21,12 persen sebesar Rp71,29 miliar dari Rp58,86 miliar, DATA masih membukukan peningkatan laba bruto. Tercatat sebesar Rp176,95 miliar, meningkat 22,01 persen dari Rp145,03 miliar.

Atas kinerja itu, laba per saham ikut terkerek, nilainya meningkat 71,34 persen jadi Rp42,75 per saham dari Rp24,95 per saham.

Dari sisi neraca, DATA membukukan jumlah aset Rp1,11 triliun, meningkat 11,00 persen dari laporan per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,00 triliun. Jumlah itu terdiri dari aset lancar yang meningkat Rp233,29 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp878,38 miliar.

Jumlah liabilitas tercatat meningkat 6,91 persen dari Rp612,15 miliar menjadi Rp654,43 miliar. Begitu pun ekuitas yang juga tercatat meningkat 15,88 persen menjadi Rp457,24 miliar dari Rp394,60 miliar.

Sementara itu, menilik cashflow-nya, DATA berhasil mencatatkan kinerja solid sepanjang semester I 2026. Kas neto dari aktivitas operasi melonjak 10 kali lipat menjadi Rp66,26 miliar, berbanding dari periode saham tahun sebelumnya sebesar Rp5,82 miliar. Lonjak itu ditopang kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar 18,93 persen menjadi Rp216,47 miliar, hingga efisiensi pembayaran ke pemasok.

Dari sisi investasi, DATA menggelontorkan Rp119,73 miliar, di mana porsi terbesar dialokasikan untuk perolehan aset tetap sebesar Rp109,19 miliar. Terkahir, dari sisi pendanaan, DATA membukukan kas neto masuk sebsar Rp39,00 miliar, ditopang dari penarikan utang bank jangka pendek senilai Rp41,02 miliar.

Akibat derasnya aktivitas investasi, kasa dan setara kas DATA mengalami penurunan sebesar Rp14,47 miliar sepanjang semester I 2026 dari sebelumnya Rp94,14 miliar. Alhasil, posisi kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp9,79 miliar.