EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) resmi membawa angin baru dalam kendali penuh perusahaannya di tangan Robert Budi Hartono usai sepeninggalnya sang Kakak.

Pengumuman ini mengiringi rebound saham BBCA 31,9% dari titik terendah 10 tahunan, sekaligus rilis kinerja Q2 2026 yang mencatat pertumbuhan laba hingga nyaris Rp15 triliun.

Resmi Jadi Pengendali Tunggal

Rudy Budiardjo, Corporate Secretary BCA melaporkan Informasi Material BCA ke OJK dan Bursa Efek Indonesia tertanggal 30 Juli 2026, perubahan pengendali terjadi menyusul wafatnya sang Kakak Robert Budi Hartono yakni, Alm. Michael Bambang Hartono.

Selama ini, BCA dikendalikan bersama oleh Bambang dan Robert melalui PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA). Masing-masing memegang 50% saham PT DIA.

"Dengan demikian pemegang saham pengendali PT DIA yang semula Bapak Bambang Hartono dan Bapak Robert Budi Hartono menjadi Bapak Robert Budi Hartono," tulis BCA dalam laporan tersebut.

Persentase kepemilikan Robert di PT DIA tidak berubah, tetap 51% dari modal ditempatkan dan disetor. Namun secara kepengendalian, kini 100% berada di tangan Robert.

OJK telah mengesahkan perubahan ini melalui Surat No. SR-21/PB.333/2026 tanggal 29 Juli 2026. Dalam surat itu Robert dicatat sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA.

BCA menyatakan perubahan ini tidak berdampak pada operasional. "Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," ujar Rudy.

Saham BCA Rebound 31,9% dari Titik Terendah 10 Tahun