Dekap 7,43% Kepemilikan, Saham Lo Kheng Hong Dibuang FTSE Russell
:
0
Foto Lo Kheng Hong. Dok. Iconomics
EmitenNews.com - Evaluasi berkala indeks FTSE Russell untuk periode September 2026 membawa keputusan yang kurang menguntungkan bagi PT Intiland Development Tbk (DILD). Saham pengembang properti ini resmi dikeluarkan dari jajaran konstituen FTSE Global Equity Index Series untuk kategori Micro Cap Index.
Secara teknikal, pengeluaran dari indeks acuan global umumnya memicu tekanan jual dari dana kelolaan berbasis indeks pasif (passive funds). Meski demikian, pencoretan ini lebih banyak dipengaruhi oleh penyesuaian kriteria teknikal skala kapitalisasi pasar pasar ketimbang kerusakan fundamental operasional perseroan. Di saat yang sama, investor gaek Drs. Lo Kheng Hong justru masih mantap menggenggam 7,43 persen saham DILD.
Mengapa DILD Didepak FTSE?
Merujuk dokumen resmi Technical Notice FTSE Asia Pacific Review September 2026, pencoretan DILD dari kategori Micro Cap Index dilandasi oleh kriteria kuantitatif: Fail Micro Cap Investable Market Cap Level.
Alasan ini mengindikasikan bahwa nilai kapitalisasi pasar DILD yang telah disesuaikan dengan porsi saham publik (investable market cap) berada di bawah ambang batas minimal yang dipersyaratkan FTSE. Kriteria ini berbeda dengan kegagalan akibat likuiditas murni (Fail Microcap Liquidity).
Baca Juga: 39 Saham Indonesia Terdepak & Turun Kasta di Review FTSE September
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Juli 2026 menunjukkan bahwa peta kepemilikan saham DILD sangat terkonsentrasi di tangan pemegang saham institusi strategis, akun private wealth, serta investor perorangan jangka panjang.
Investor value investing Lo Kheng Hong menggenggam 770,64 juta lembar saham atau setara 7,43 persen, menjadikannya salah satu pemegang saham individu terbesar. Sementara itu, porsi saham terbesar dikuasai oleh Hope Diamond Management Ltd asal Singapura sebesar 22,85 persen (2,37 miliar saham), disusul Bali Private Villa (S) Pte Ltd sebesar 7,48 persen.
Struktur ini diperkuat oleh kepemilikan akun custody dan private banking internasional seperti Bank of Singapore Limited (4,98 persen) dan CA Indosuez Switzerland (4,90 persen). Dari jajaran internal, direksi perseroan Suhendro Prabowo mengapit 2,08 persen dan pendiri Utama Gondokusumo memegang 1,48 persen. Investor perorangan domestik Lucas menggenggam 4,93 persen, serta PT Arthavest Tbk sebesar 3,10 persen.
Secara akumulatif, lebih dari 60 persen porsi saham DILD dikunci oleh pemegang saham berkarakter long term yang jarang mentransaksikan sahamnya secara harian.
Related News
Dikendalikan Sang Putri, Dapur Hulu Kerajaan Sawit Haji Isam Lesu
Kerajaan Sawit Haji Isam & Bisnis "Numpang Rahim" Kebijakan Negara
Dari Dapen AS Hingga Raja Indeks Emas, Ini Jejak Raksasa Global di BEI
Saham HSC Kini Jadi 61, Kenapa Dikuasai Bank & Bisnis Keluarga?
Bisnis Tiket Pesawat GIAA Rugi, Bengkel & Katering Justru Moncer
Pendapatan Gacor di Semester I 2026, Kok Garuda Indonesia Masih Tekor?





