EmitenNews.com - Darma Henwa (DEWA) memutuskan pembagian dividen tunai perdana Rp58,6 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 11,4 persen dari laba inti tahun 2025 sebesar Rp514,5 miliar. Dengan kebijakan tersebut, para investor akan mendappat santunan dividen tunai Rp1,5 per lembar.

Ya, sepanjang 2025, DEWA mencatat laba bersih dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp4,3 triliun (termasuk one–off item dari goodwill negatif berkaitan dengan konsolidasi Gayo Mineral Resources, kerugian penjualan aset, dan persediaan non-produktif).

Tanggal pendistribusian dividen final tunai dijadwalkan pada 31 Juli 2026. Keputusan pembagian dividen itu, telah ditahbiskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2025 pada Senin, 29 Juni 2026 di Jakarta.

Direktur DEWA Ricardo Silaen, CFA mengatakan pembagian dividen perdana itu, merupakan apresiasi terhadap dukungan pemegang saham, dan menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang. ”Pembagian dividen ini menjadi kali pertama dalam sejarah perseroan, mencerminkan fundamental makin kuat sekaligus keyakinan kami terhadap prospek usaha ke depan,” tegasnya.

DEWA akan terus menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada para pemegang saham, dan investasi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan. ”Dengan penguatan tata kelola perusahaan, disiplin operasional, fokus pada aspek Health, Safety, and Environment (HSE), kami optimistis Perseroan dapat terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," imbuhnya.

RUPST,menyetujui susunan dewan komisaris, dan direksi perseroan. Formasi direksi dan dewan komisaris DEWA sebagai berikut. Dewan Komisaris terdiri dari presiden komisaris Bambang Irawan Hendradi, Wakil Presiden Komisaris (Independen) Suadi Atma, Komisaris Nalinkant Amratlal Rathod, Komisaris Wisnu Wahyudin Pettalolo, Komisaris Sorimuda Pulungan, Komisaris (Independen) Gories Mere, Komisaris (Independen) Agus Suharyono, dan Komisaris (Independen) Karni Ilyas.

Direksi meliputi Presiden Direktur Teguh Boentoro, Direktur Ahmad Hilyadi, Direktur Fredia Yuzirwan, Direktur Mahmud Samuri, Direktur Mukson Arif Rosyidi, Direktur Faruk Fauzi, Direktur Anny Tjandra, Direktur Joseph Lembayung, dan Direktur Ricardo Silaen. (*)