Dicecar BEI Soal Beri Pinjaman ke 3 Anak Usaha, Jasa Marga (JSMR) Jelaskan Ini

EmitenNews.com - Emiten jalan tol BUMN PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menanggapi surat dari Bursa Efek Indonesia (BEl) mengenai permintaan penjelasan mengenai sumber pendanaan dari transaksi pemberian shareholder loan kepada tiga anak usahanya yaitu PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), PT Jasamarga Kuncirang Cengkareng (JKC), dan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC)
JSMR mengatakan bahwa pemberian shareholder loan kepada PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) dan PT Jasamarga Kuncirang Cengkareng (JKC) adalah menggunakan fasilitas pinjaman yang dimiliki oleh JSMR
Sementara, untuk pemberian shareholder loan kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) adalah menggunakan fasilitas pinjaman yang dimiliki oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT)
“Fasilitas SHL (Shareholder Loan) yang diberikan kepada JCC akan digunakan untuk kebutuhan capital expenditure (capex) operasional dari JCC” kata Corporate Secretary & Chief Administration Officer JSMR, Nixon Sitorus, Senin (8/1/2024)
Adapun mengenai jangka waktu dan bunga yang dikenakan atas Shareholder Loan tersebut berbeda-beda, untuk PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), jangka waktu perjanjian adalah sejak ditandatanganinya Perjanjian oleh para pihak sampai dengan tanggal 31 Desember 2024 atau paling lambat 1 bulan setelah Pemerintah telah membayar penggantian dana talangan pengadaan tanah kepada JBS, mana yang lebih dahulu terjadi. Bunga pinjaman yang dikenakan adalah dengan besaran suku bunga sebesar 8,0 persen
Sementara, PT Jasamarga Kuncirang Cengkareng (JKC) memiliki jangka waktu perjanjian sejak tanggal perjanjian ditandatangani oleh para pihak sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 atau sampai dengan dilunasinya seluruh Fasilitas Pinjaman, berikut bunga serta biaya provisi dan denda (jika ada), mana yang lebih dahulu terjadi. Bunga pinjaman yang dikenakan adalah dengan besaran suku bunga 7,50 persen
Terakhir, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) memiliki jangka waktu perjanjian sejak ditandatangani oleh Para Pihak sampai dengan dua tahun setelah Kredit Sindikasi Investasi dan Pembiayaan Sindikasi Syariah dilunasi oleh JC (termasuk apabila dilunasi dengan cara refinancing oleh pihak ketiga lainnya) atau dikonversikannya seluruh pokok pinjaman oleh JTT menjadi penyertaan modal JTT di JJC. Bunga pinjaman yang dikenakan adalah dengan besaran suku bunga pinjaman sebesar bunga Kredit Sindikasi +2 persen
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG