EmitenNews.com - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2026.

Meski sempat dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index pada tinjauan Mei 2026 lalu, AMMN mencatatkan penjualan ekspor dan impor yang meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026 unaudited, AMMN membukukan jumlah penjualan eskpor mencapai USD1,97 miliar naik dari USD540,4 juta. Sedangkan penjualan domestik jumlahnya mencapai USD1,25 miliar, melonjak dari periode sama tahun lalu sebesar USD4,8 juta.

Pertumbuhan itu tercermin dalam penjualan bersih AMMN sebesar USD3,24 miliar, meroket 493,80 persen yoy dari periode sama tahun lalu sebesar USD545,3 juta.

Lonjakan penjualan itu tak lepas dari kontribusi kontrak ekspor dan domestik dengan pembeli utama seperti Glencore senilai USD1,47 miliar, PT Antam (Persero) Tbk sebesar USD382,85 juta, PT Marubeni Indonesia sebesar USD346,29 juta, serta Trafigura Asia Trading sebesar USD69,47 juta.

Meski beban pokok penjualan ikut meningkat, lonjakan penjualan AMMN masih mampu mendongkrak laba kotor melesat 1.128,7 persen yoy menjadi USD1,65 miliar dari USD134,6 juta.

Alhasil di tingkat bottom line, AMMN mampu membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD871,46 juta. Capaian ini sekaligus membalikkan posisi rugi sebelumnya yang mencapai USD178,53 juta.

Sementara dari sisi neraca, total aset AMMN tumbuh 1,97 persen ytd sebesar USD14,04 miliar per 30 September 2026. Jumlah liabilitas tercatat sebesar USD7,75 miliar, dan total ekuitas mencapai USD6,28 miliar.

Pada perdagangan intraday, Rabu (4/11/2026), saham AMMN terpantau koreksi 4,08 persen atau -140 poin ke level 3.290