Eksposur Global, Laba FOLK Melangit Ratusan Persen
:
0
Pengurus Multi Garam Utama pada suatu kesempatan. Foto - Dok FOLK
EmitenNews.com - Multi Garam (FOLK) per 30 September 2026 mengemas laba bersih Rp18,39 miliar. Berbalik meroket 322,37 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi Rp8,27 miliar. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar dan dilusian ikut melejit menjadi Rp4,51 dari sebelumnya minus Rp2,10.
Pendapatan bersih Rp14,45 miliar, surplus dari edisi sama tahun lalu Rp14,05 miliar. Beban pokok pendapatan Rp6,58 miliar, bertambah dari posisi sama tahun sebelumnya Rp6,2 miliar. Laba kotor terkumpul Rp7,86 miliar, mengalami lompatan tipis dari periode sama tahun lalu Rp7,85 miliar.
Beban penjualan dan pemasaran Rp2,5 miliar, susut dari Rp4,65 miliar. Beban umum dan administrasi Rp14,71 miliar, bengkak dari Rp12,6 miliar. Penghasilan lain-lain Rp26,67 miliar, meroket dari sebelumnya minus Rp1,19 miliar. Laba usaha Rp17,32 miliar, berbalik dari boncos Rp10,59 miliar.
Penghasilan keuangan Rp157,58 juta, turun dari Rp1,28 miliar. Biaya keuangan Rp201,67 juta, berkurang dari Rp1,23 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp17,27 miliar, melonjak dari rugi Rp10,55 miliar. Manfaat pajak penghasilan Rp36,99 juta, turun dari Rp48,6 juta. Laba periode berjalan Rp17,31 miliar, naik dari minus Rp10,5 miliar.
Total ekuitas terakumulasi Rp140,46 miliar, melejit 112 persen dari akhir tahun sebelumnya Rp66,11 miliar. Defisit Rp17,71 miliar, berkurang dari Rp36,11 miliar. Jumlah liabilitas Rp11,52 miliar, bertambah dari Rp10,08 miliar. Total aset Rp151,98 miliar, menguat signifikan dari akhir tahun lalu Rp76,2 miliar.
Terlibat Proyek Skala Global
Multi Garam memperluas eksposur ke sektor infrastruktur data center. Itu dilakukan melalui Traya Hydro, anak usaha FOLK dengan kepemilikan 99,9 persen. Traya Hydro berpartisipasi dalam mendukung pembangunan dua proyek data center berskala besar di kawasan Cikarang, Bekasi, melalui penyediaan solusi pengolahan air, dan air limbah (water & wastewater treatment).
Kedua proyek terssebut dikembangkan oleh operator data center internasional yang tengah membangun fasilitas berskala besar di Indonesia. Sesuai ketentuan kerahasiaan yang mengikat para pihak, FOLK tidak mengungkapkan identitas pemilik proyek maupun nilai kontrak yang diperoleh Traya Hydro.
Kawasan Cikarang telah berkembang menjadi klaster pengembangan data center terbesar Indonesia. Berdasar pengumuman publik para pengembang, nilai investasi yang direncanakan untuk pembangunan data center di kawasan itu, melampaui USD6 miliar, dengan rencana kapasitas gabungan di atas 600 MW, dan potensi pengembangan hingga 1 GW.
Seluruh angka tersebut merupakan informasi publik yang diumumkan masing-masing pengembang dan bukan merupakan nilai kontrak Perseroan maupun entitas anaknya.
Related News
Didepak MSCI, Penjualan Ekspor Q3 Tumbuh, AMMN Cetak Laba Melesat!
Tak Setor Lapkeu Interim, BEI Lanjut Gembok Dua Saham Papan Akselerasi
Laba Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Melesat 80% hingga September 2026
IBOS Ekspansi Outlet, Buka Segafredo Caffe di Yogyakarta
Emiten Raffi-Nagita Ungkap Kontroversi RANS Carnival Yogyakarta
Dokumen Identitas Melejit, Penjualan JTPE Naik 23,5 Persen Kuartal III





