EmitenNews.com - PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) masuk radar BUMN yang bakal dibubarkan, dalam rangka efisiensi jumlah perusahaan pelat merah. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan, PT INTI didera masalah keuangan, dan kesalahan tata kelola. Bagusnya, Danandara menjamin para karyawannya tetap aman bekerja sebagai pegawai perusahaan pelat merah. 

"Sedang dilakukan asesmen, sedang dicek sebagaimana yang saya sampaikan mengenai streamline. Selagi dilakukan proses untuk verifikasi semuanya," kata Dony Oskaria kepada pers, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Mengenai nasib para pegawainya, Dony memastikan tak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). "Pekerjanya aman. Enggak ada yang di-PHK."

Danantara dan Badan Pengaturan (BP) BUMN tengah berupaya mengurangi jumlah entitas perusahaan pelat merah menjadi sekitar 250-an perusahaan. Bisnis inti dan daya saing menjadi pertimbangan konsolidasi BUMN.

Salah satu yang bakal kena perampingan BUMN adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero).PT INTI masuk radar pembubaran karena didera masalah keuangan hingga kesalahan tata kelola.

Dalam Jogja Financial Festival, Minggu (24/5/2026), Dony Oskaria mengungkapkan banyak perusahaan negara yang salah tata kelola, sehingga menyebabkan timbulnya beban operasi. "Dulu banyak BUMN terkenal, kalau di Bandung ada PT Inti yang sangat terkenal. Sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga."

Dony juga menyoroti masalah keuangan pada Djakarta Lloyd dan Krakatau Steel yang terseok-seok. Pengelolaan yang tak terintegrasi membuat BUMN yang masuk radar konsolidasi itu, sulit diselamatkan. "Tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan."

Sebelum ada Danantara pengelolaan BUMN berjalan secara sendirian. Tidak ada mekanisme perbaikan untuk membantu BUMN sakit.

"Akibat pengelolaan yang tidak terintegrasi satu sama lain itu, banyak BUMN yang menghadapi permasalahan tidak bisa dibantu tidak bisa diselamatkan," kata Dony Oskaria. ***