EmitenNews.com - Indeks dolar AS merangkak naik di atas angka 101 pada perdagangan hari Senin, mencatat penguatan untuk sesi kedua berturut-turut. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor memburu aset aman (safe haven). Perkembangan ini berpotensi memberikan tekanan baru terhadap nilai tukar rupiah, mengingat penguatan dolar global biasanya langsung berdampak pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Eskalasi ketegangan terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan rudal baru selama akhir pekan. Perselisihan yang sedang berlangsung ini berpusat pada jalur pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz. Selain melambungkan harga minyak mentah dunia, konflik tersebut juga memperkuat ekspektasi pasar terkait kenaikan suku bunga lanjutan demi menahan lonjakan inflasi global.

Trading Economics memperkirakan saat ini perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan keluar minggu ini. Data tersebut dinilai krusial untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar memproyeksikan bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi sebelum akhir tahun ini.

Sinyal pengetatan moneter ini diperkuat oleh risalah pertemuan The Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan sebenarnya melihat alasan kuat untuk menaikkan suku bunga, meskipun pada akhirnya mereka sepakat untuk mempertahankan tingkat suku bunga tetap tidak berubah pada pertemuan tersebut.

Selain data inflasi, fokus pasar global dan domestik pekan ini juga akan tertuju pada aktivitas di parlemen AS. Ketua Fed Kevin Warsh dijadwalkan untuk memberikan testimoni dan tampil pertama kalinya di hadapan Kongres AS pada hari Selasa dan Rabu waktu setempat.

Pernyataan Warsh dalam sidang tersebut dinantikan oleh para investor untuk mengukur ketegasan sikap AS terhadap inflasi dan suku bunga ke depan, yang dipastikan akan mendikte pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari mendatang.(*)