EmitenNews.com - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (Kode IOTF) mengoptimalkan implementasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam operasional bisnisnya. Perusahaan teknologi yang bergerak di bidang Internet of Things (IoT) untuk sektor transportasi dan manajemen armada ini optimistis bisa memacu kinerja melalui implementasi AI. Perseroan optimistis implementasi AI akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih double digit pada tahun ini

Direktur Utama IOTF, Alamsyah menjelaskan bahwa Perseroan menyediakan perangkat GPS Tracker serta software as a service (SaaS) untuk pemantauan secara real time armada kendaraan atau aset bernilai. Sejalan dengan perkembangan teknologi global, IOTF telah memanfaatkan AI untuk membantu berbagai aktivitas operasional yang repetitif.

Implementasi AI memungkinkan proses kerja menjadi lebih cepat, akurat dan berbasis data real-time, sehingga tim internal dapat lebih fokus pada aktivitas strategis dan pengembangan bisnis. Dampak dari penerapan AI tercermin pada efisiensi operasional dan optimalisasi sumber daya manusia perusahaan.

Dari sisi peningkatan produktivitas, Alamsyah menggambarkan saat ini IOTF memiliki pendapatan per karyawan (revenue per head count) sekitar Rp 2 miliar. Pada tahun 2026, IOTF menargetkan peningkatan produktivitas hingga sekitar 50 persen, dengan sasaran revenue per head count mencapai Rp 3 miliar.

Pencapaian target tersebut didukung oleh optimalisasi penggunaan AI di seluruh lini operasional. “Kami membantu pelanggan menyederhanakan proses bisnis mereka, sebagaimana kami juga menerapkannya di dalam perusahaan kami sendiri,” ungkap Alamsyah.

Penerapan AI tersebut terintegrasi dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dikembangkan secara in-house oleh tim internal IOTF dengan merek Fox Ledger.

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam pengembangan sistem, kecepatan adaptasi terhadap kebutuhan bisnis, serta kontrol yang lebih baik terhadap keamanan dan tata kelola data.

"Di tengah percepatan adopsi AI di berbagai sektor, Sumber Sinergi Makmur menunjukkan bahwa perusahaan teknologi lokal Indonesia mampu mengimplementasikan AI secara praktis dan terukur, serta menjadikannya sebagai penggerak kinerja dan efisiensi perusahaan," ujar Alamsyah.

Alamsyah memastikan IOTF menjaga komitmen terhadap kualitas dan keberlangsungan bisnis. Komitmen itu tercermin dengan kepemilikan empat sertifikasi internasional, yakni: ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019.

Secara kinerja, Alamsyah optimistis implementasi AI bisa turut mendongkrak pendapatan dan laba bersih IOTF dengan level pertumbuhan double digit pada tahun ini. "Kami membuat target kenaikan sekitar 30%. Kami akan menjaga tingkat berlangganan tetap tinggi, dan pastinya menjaga efisiensi melalui AI," tutupnya.