Dijemput Paksa di Pesta Pernikahan, Buron Terpidana Korupsi Dana BOS itu Kaget Bukan Main
:
0
Terpidana kasus korupsi dana BOS di Purworeja Didik Prasetya Adi (rompi oranye) dijebloskan ke tahanan. dok. Suara Merdeka.
EmitenNews.com - Betapa kagetnya Didik Prasetya Adi. Buron kasus korupsi dana BOS itu kaget bukan main begitu tahu yang memepetnya di lokasi pesta pernikahan adalah anggota tim Kejaksaan Negeri Purworejo, untuk mengeksekusinya ke tahanan. Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo itu, melarikan diri, menghindari eksekusi untuk menjalani penahanan setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap.
Dari keterangan yang dihimpun Sabtu (4/3/2023), seperti terlihat dalam video penjemputan paksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo, Didik Prasetya Adi yang ketika itu memakai baju batik coklat lengan panjang, tampak keluar dari sebuah tempat resepsi pernikahan. Begitu menjejakkan kakinya di pintu keluar, ada seorang pria berbaju kotak-kotak tiba-tiba merangkulnya.
Begitu mengetahui pria berbaju kotak-kotak tersebut anggota tim Tabur Kejari Purworejo, Didik Prasetya Adi nampak kaget, sekaligus bingung. Tetapi, terpidana kasus korupsi senilai Rp600 juta itu, tidak bisa berbuat apa-apa, terutama ketika dua orang lainnya dari kejaksaan menggandengnya masuk ke mobil dinas Kejari.
Tetapi, Didik sempat meminta untuk membawa sepeda motornya sendiri. Tetapi, ditolak oleh petugas kejaksaan. Seorang petugas menjelaskan prosedur membawa terpidana untuk dieksekusi. "Oh enggak bisa pak, protapnya harus begini, dibawa dengan mobil Kejaksaan Negeri Purworejo."
Tidak lama kemudian, sang istri Ermawati menyusul Didik Prasetya Adi, yang tengah diciduk petugas. "Pak mau dibawa kemana pak ?."
Related News
12 Korporasi Diperiksa, DPR Desak Cabut HGU Pelaku Karhutla
Realisasi PMA di Jabar Rp132 Triliun, Ini Harapan Gubernur KDM
Karhutla, Kemenhub Catat 2.603 Penerbangan Terdampak Kabut Asap
Allianz Life Hadapi Gugatan Klaim Meninggal Dunia, Sidang 29 Oktober
Soal Bagi-bagi HP Gratis, Menko Airlangga Pastikan tak Pernah Dibahas
M Lutfi Sentil Taipan Sawit dan Pajak Singapura Soal Karhutla





