EmitenNews.com - Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi Nusatama Berkah (NTBK) menjadi perhatian pelaku pasar. Itu setelah tercatat melakukan akumulasi saham perseroan dengan nilai mencapai sekitar Rp3 miliar. Berdasar keterbukaan informasi NTBK, transaksi dilakukan secara bertahap sejak bulan Juni 2026.

Tindakan tersebut dipandang sebagai bentuk peningkatan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dalam praktik pasar modal, pembelian saham oleh direksi menggunakan dana pribadi sering kali menjadi salah satu indikator bahwa manajemen memiliki kepercayaan terhadap fundamental maupun arah pengembangan bisnis perusahaan.

Langkah tersebut juga muncul di tengah berbagai inisiatif strategis yang tengah dipersiapkan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha. Salah satu agenda yang sebelumnya telah disampaikan perseroan kepada publik adalah rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue pada masa mendatang.

Walaupun pembelian saham oleh direksi dan rencana right issue merupakan dua peristiwa berbeda, sebagian pelaku pasar menilai peningkatan kepemilikan saham oleh manajemen dapat mencerminkan optimisme terhadap prospek perseroan setelah memperoleh tambahan modal untuk menjalankan strategi pertumbuhan.

Dana hasil right issue nantinya diharap dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan berbagai agenda ekspansi, memperbesar skala bisnis, dan meningkatkan daya saing industri. ”Aksi itu, umumnya menjadi salah satu informasi penting patut dicermati bersama faktor fundamental lain, karena ada keselarasan kepentingan antara manajemen dan para pemegang saham,” tegas Abdurrahman Assegaf, salah satu pengamat pasar modal. 

Ke depan, pelaku pasar akan terus menantikan perkembangan realisasi agenda korporasi NTBK, termasuk pelaksanaan right issue beserta strategi penggunaan dananya sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. (*)