Ditampung 2 Pemegang Saham Eksisting, Pengendali TECH Jual Lagi 84,22 Juta Saham

EmitenNews.com—Dalam sebulan terakhir, dominasi PT Indosterling Sarana Investa di kepemilikan saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) merosot signifikan, dari 75,12% (943,78 juta lembar) per 31 Desember 2022 menjadi 47,31% (594,41 juta lembar) per 6 Februari 2023.
Kepemilikan Indosterling per 31 Desember 2022 tersebut terekam dari laporan bulanan kepemilikan efek terakhir yang dirilis Biro Administrasi Efek PT Sinarmas Gunita yang diunggah di situs Bursa pada 31 Januari 2023. Adapun posisi kepemilikan Indosterling per 6 Februari 2023 terungkap dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) yang memuat rekap kepemilikan saham tertentu lebih 5% semua emiten yang dirilis KSEI pada 7 Februari 2023.
Berkurangnya kepemilikan Indosterling di TECH sejak akhir tahun hingga 6 Februari terjadi bertahap. Terbaru, berdasar data KSEI pada 7 Februari, sang pengendali melepas sebanyak 84,22 juta lembar sehingga kepemilikan berkurang dari 54,02% (678,63 juta lembar) menjadi 47,31% (594,41 juta lembar).
Sebanyak 84,22 juta lembar itu diserap dua pemegang saham lain, masing-masing KB Valbury Sekuritas sebanyak 75,00 juta lembar dan DBS Vickers Secs Singapore LTD sebanyak 9,22 juta lembar.
Dengan tambahan saham itu, kepemilikan KB Valbury bertambah dari 123,44 juta lembar (9,83%) menjadi 198,44 juta lembar (15,80%). Sedangkan DBS Vickers bertambah dari 99,20 juta lembar (7,90%) menjadi 108,42 juta lembar (8,63%).
Terjadi penurunan harga signifikan di saham TECH dalam 5 bulan terakhir. Pada 5 Agustus 2022, harga penutupan masih Rp7.425/saham, lalu konsisten turun menjadi Rp5.625 pada 7 September, sempat menanjak menjadi Rp6.775 pada 21 September, turun lagi menjadi Rp5.550 pada 29 September, Rp4.890 pada 12 Oktober, Rp3.200 pada 22 November, lalu naik lagi menjadi Rp4.290 pada 9 Desember.
Sejak 9 Desember harga saham TECH relatif stabil hingga menjadi Rp4.140 pada 29 Desember. Setelah itu, mulai 30 Desember (ditutup Rp4.000) harga terjun bebas hingga menjadi Rp1.270 pada 1 Februari 2023. Pada 6 Februari, harga kembali sedikit pulih menjadi Rp1.340, sebelum surut lagi menjadi Rp1.275 pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (7/2).
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG