Dolar AS Menguat Dekati Level Tertinggi dalam Setahun, Awas Rupiah!
:
0
Uang dolar AS
EmitenNews.com - Indeks dolar AS bertahan di dekat level 101,5 pada Kamis akibat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) akhir tahun ini, di tengah penantian investor terhadap laporan inflasi utama.
Penguatan mata uang Negeri Paman Sam ini dipicu oleh sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan komitmen kuat lembaga tersebut untuk memulihkan stabilitas harga pasar.
"Komitmen untuk memulihkan stabilitas harga tetap menjadi prioritas," ujar Kevin Warsh dalam pernyataan resminya pekan lalu.
Sentimen pengetatan moneter tersebut sukses meredam dampak positif dari kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Padahal, penurunan ketegangan geopolitik tersebut sebelumnya sempat mendorong harga minyak dunia kembali ke level sebelum konflik dan meredakan kekhawatiran inflasi global.
Saat ini, fokus pelaku pasar global tertuju pada rilis data ekonomi penting AS mendatang. Di antaranya adalah laporan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) terbaru yang menjadi tolok ukur inflasi acuan The Fed. Selain itu, pasar juga mencermati angka final Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama, pendapatan pribadi bulan Mei, data awal pesanan barang tahan lama, serta klaim pengangguran mingguan per 20 Juni.
Bagi Indonesia, keperkasaan indeks dolar AS berpotensi memberikan tekanan langsung terhadap nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah yang dipicu oleh aliran modal keluar (capital outflow) menuju pasar AS berisiko meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi. Kondisi ini pada akhirnya dapat memicu inflasi impor (imported inflation) dan menekan daya beli masyarakat di dalam negeri jika tidak diantisipasi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia.(*)
Related News
RI Pacu Reformasi Pasar Modal Jelang Evaluasi MSCI 2026
Wall Street Ditutup Bervariasi Jelang Laporan Keuangan Micron
Diskusi Paramadina, Ekonom Nilai UU P2SK Mesin Pencuci Uang Kotor
Pertamina Raih Pendapatan Rp1.167 Triliun, Laba Bersih jadi Signifikan
Waduh, Rupiah Kok Loyo Lagi, Dampak Rilis MSCI?
Harga Emas di Bawah Bayang-Bayang Arah Kebijakan Fed





