Dua Saham Terbang Keluar dari FCA, Nasibnya Beda
Ilustrasi tren penurunan harga (downtrend).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa dua saham, yakni PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) dan PT Tourindo Guide Indonesia Tbk. (PGJO), resmi keluar dari daftar pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA).
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 26 September 2025," ujar Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan (PLP) Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, Kamis (25/9).
Sebelumnya, kedua saham ini sempat dibuka suspensi jilid keduanya dan mengawali masa FCA yakni, sejak Rabu (17/9) lantaran lonjakan harga.
STRK dalam sebulan terakhir naik 28,9 persen dari Rp 218 pada 26 Maret 2025. Dalam enam bulan melambung 340 persen dari Rp50 pada 26 Maret 2025. Secara tahunan naik 336 persen dari harga Rp50 pada 2 Januari 2025.
Sedangkan PGJO dalam enam bulan melambung 710 persen dari Rp108 pada 26 Maret 2025. Secara tahunan PGJO naik 851 persen dari harga Rp92 pada 2 Januari 2025.
Pasca-pencabutan FCA, pada pembukaan perdagangan Jumat (26/9) saham STRK terpantau menguat 1,87% di Rp218. Sebaliknya, saham PGJO justru jatuh ke lantai ARB (Auto-Rejection Bawah) dengan persentase hingga 9,79% di Rp875.
Related News
Laba Anjlok, Saham KJEN Drop 45 Persen
BAJA Kebut Right Issue 1 Miliar Lembar
Rugi Menipis, Kinerja HRME Masih Tertekan di 2025
Pendapatan Anjlok, YELO Telan Rugi Rp21,5 Miliar
Melonjak 77 Persen, TUGU Bukukan Laba Rp711 Miliar
Pendapatan Menciut, Emiten Grup Salim (INTP) Raup Laba Rp2,25 Triliun





