EmitenNews.com - Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBoC), Kamis (20/4) meresmikan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok. Peresmiannya di Jakarta disaksikan oleh Besar Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong.  

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digdaya x Hackathon dan Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok di Bank Indonesia, menyampaikan Indonesia tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara global. "QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara," katanya.

Kolaborasi Bank Indonesia, PBoC, ASPI, serta industri sistem pembayaran di kedua negara diarahkan untuk menghadirkan konektivitas pembayaran yang lebih lancar, efisien, dan inklusif. Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok turut memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas (Local Currency Transaction/LCT) sehingga meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar dan mendorong arus perdagangan dan investasi yang lebih efisien antara kedua negara.

Duta Besar Wang menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok sangat menyadari pentingnya beradaptasi terhadap inovasi dan teknologi dan berinvestasi pada AI. Wang juga menyampaikan komitmen Pemerintah Tiongkok untuk selalu mendukung perluasan akseptasi dan partisipasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok.

Volume Transaksi QRIS

Sejalan dengan pesatnya inovasi digital, volume transaksi pembayaran digital pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 116,43% (yoy).

Sejak diluncurkan pada 2020 hingga triwulan I 2026, akseptasi QRIS telah menjangkau 44 juta merchant yang utamanya adalah UMKM dan 61,7 juta pengguna. Keberadaan QRIS sejak 2020 telah mendukung terlaksananya 31 miliar transaksi yang bernilai total Rp2.970 triliun.

Kinerja QRIS Antarnegara juga menunjukkan tren positif. Volume transaksi dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound) lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound), dari sisi volume transaksi maupun nilai.

Pada triwulan I 2026, total volume transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta atau meningkat 222% (yoy), dengan nilai nominal Rp713,59 miliar. Sementara, transaksi volume QRIS outbound juga meningkat, tercatat 737.647 transaksi dengan nilai transaksi Rp249,26 miliar.

Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan dan pemanfaatan QRIS dalam transaksi lintas negara. Hal ini juga menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan kesiapan talenta digital, untuk memastikan agar transformasi digital memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.(*)