Potensi Daur Ulang PET Capai 435 Ribu Ton Setahun
:
0
Potensi ekonomi dari daur ulang sampah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) di Indonesia diperkirakan mencapai 435 ribu ton per tahun. (Foto: Facebook)
EmitenNews.com - Potensi ekonomi dari daur ulang sampah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) di Indonesia diperkirakan mencapai 435 ribu ton per tahun. Dengan estimasi harga bahan baku daur ulang di tingkat pasar, nilai rantai bisnis limbah kemasan botol minuman ini berpotensi menembus triliunan rupiah per tahun sekaligus menjadi pendorong utama ekonomi sirkular nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan industri hijau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing manufaktur di pasar global. Transformasi ini diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emission sektor industri pada 2050 sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi melalui efisiensi produksi.
"Transformasi menuju industri hijau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk yang berkelanjutan. Karena itu, penerapan ekonomi sirkular perlu terus diperkuat," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Upaya percepatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian melalui penyusunan peta jalan dekarbonisasi industri makanan dan minuman. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menambahkan bahwa kinerja positif sektor ini perlu diiringi dengan efisiensi dan penurunan emisi.
Berdasarkan kajian Sustainable Waste Indonesia, porsi penggunaan plastik PET nasional sejatinya hanya 9 persen, jauh di bawah PolyPropylene sebesar 36 persen, Low-Density Polyethylene 17 persen, dan High-Density Polyethylene 14 persen. Namun, PET memiliki tingkat pengumpulan dan daur ulang tertinggi.
Dari total produksi limbah botol PET yang mencapai 435 ribu ton per tahun, sebanyak 307 ribu ton berhasil dikumpulkan kembali dengan tingkat daur ulang menembus 71 persen. Berdasarkan patokan harga pasar daur ulang sekitar Rp4.000 hingga Rp8.000 per kilogram, nilai bahan baku yang terkumpul tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun hingga Rp2,4 triliun per tahun.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut membuktikan limbah botol PET memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan tepat sebagai sumber daya industri.
Sebagai langkah konkret, Kemenperin menggelar Workshop Implementasi Industri Hijau dan Ekonomi Sirkular pada Sektor Industri Minuman. Program pembinaan ini dilanjutkan dengan pendampingan pelaku industri bersama tenaga ahli serta perumusan rekomendasi kebijakan dalam forum diskusi terarah.(*)
Related News
RI Bidik Pasar India, Target Bebas Tarif Naik 80 Persen
BEI Proyeksi LQ45 Masuk Fase Pemulihan di Semester II 2026
BEI Sebut Pasar Saham Mulai Pulih di Semester II 2026
DPR Minta Ekonomi RI Cari Mesin Baru Selain Konsumsi
Daftar Top Gainers Sepekan, CBPE Memimpin
Ini Top Losers Sepekan, Ada BACH, TCPI hingga BUVA





