Dukung Masa Depan Anak Difabel, Mirae Asset Sumbang Prasarana Yayasan di Tangerang

Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten saat ini didukung oleh 87 orang termasuk 44 orang pengasuh, 10 orang guru, dan 10 orang di administrasi dengan sistem kerja tiga waktu (shift).
Niswati menuturkan inisiatif donasi sarana dan prasarana belajar untuk anak-anak tersebut didasari oleh keprihatinan terhadap kondisi anak-anak difabel yang tinggal dan diasuh di yayasan.
"Kami di Mirae Asset berharap bantuan ini dapat mendukung impian mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa yang akan datang, sambil menciptakan perubahan positif dalam masyarakat."
Aksi sosial itu, tuturnya, merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Mirae Asset Sekuritas sebagai perusahaan yang menerapkan nilai-nilai tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (environmental, social, and governance/ESG).
Dia mengatakan aksi CSR tersebut juga menjadi salah satu bentuk kegiatan CSR yang dilakukan Mirae Asset yang secara rutin menggelar CSR baik dalam berbagai bidang yaitu sosial, pendidikan, fasilitas kesehatan, keagamaan, dan lingkungan.
Mulai tahun lalu, Mirae Asset mendorong seluruh cabangnya yang disebut Office Education bersama karyawan dan nasabah untuk melakukan CSR agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Hal tersebut seiring dengan keinginan perusahaan yang tidak hanya dapat berkontribusi secara bisnis tetapi juga dapat memberikan dampak positif ke masyarakat.
Dalam acara CSR itu, turut hadir Head of Corporate Mirae Asset Ivonne Kaharu, Manager Pengembangan Layanan Yayasan Sayap Ibu Tuti Hendrawati, Pelaksana Yayasan Sayap Ibu Ayu, beserta pengasuh (caregiver) anak-anak difabel yang tinggal dan diasuh di yayasan tersebut.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal