Dukungan WKM, ASLI Siap Jadi Emiten Konstruksi Terbesar Indonesia
Pengurus Asri Karya menilik dari dekat pergerakan saham perdana perseroan di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Emiten konstruksi Asri Karya Lestari (ASLI) menyambut positif kehadiran Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali baru. WKM diyakini memperkuat fundamental usaha, dan mempercepat ekspansi bisnis ASLI ke depan.
Direktur ASLI, Yudra Saputra, menyampaikan bahwa sinergi dengan WKM membuka peluang pengembangan usaha lebih luas sektor jasa konstruksi, baik konstruksi gedung maupun konstruksi sipil.
“Kami menyambut baik kehadiran WKM sebagai pemegang saham pengendali baru, dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sudjatmiko atas kontribusinya selama ini. Pengambilalihan ini untuk pengembangan usaha WKM juga bergerak bidang konstruksi, sehingga diharap tercipta kolaborasi positif antara pengalaman ASLI dan WKM di industri konstruksi,” ujar Yudra dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Ke depan, ASLI menargetkan perluasan lini usaha mencakup pembangunan fasilitas industri, perkantoran, hunian, dan penguatan kapasitas proyek-proyek konstruksi sipil seperti jalan, irigasi, jembatan, dan sistem drainase—bidang telah menjadi kompetensi utama WKM.
Sementara itu, Direktur WKM Peter Handika menegaskan bahwa portofolio proyek yang dimiliki WKM akan menjadi sumber nilai tambah bagi ASLI. “Dengan pengalaman dan rekam jejak proyek yang kami miliki, kami optimistis kolaborasi ini dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ASLI secara berkelanjutan,” kata Peter.
Sepanjang beberapa tahun terakhir, WKM telah menyelesaikan berbagai proyek strategis, antara lain pembangunan Workshop & Office Plant Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan (2023), pembangunan barak dan pos pengamanan perbatasan TNI untuk Kementerian Pertahanan RI (2024–2025), pekerjaan jetty dan mooring dolphin PT Nusa Jaya Port (2023), pembangunan Tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri (2023), Gedung Dekranasda Kotabaru (2024), revitalisasi MEP Terminal 1B PT Angkasa Pura II (2022), pembangunan Jembatan KM 17 dan KM 51 Mantewe (2022), pembangunan kawasan perkantoran Kotabaru (2024), serta ruang VVIP RSUD Hadji Boejasin Tanah Laut (2024).
Dari sisi korporasi, WKM diketahui akan membeli sebanyak 4.345.000.000 lembar saham ASLI, setara dengan 69,52 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Pada 19 Januari 2026, telah terealisasi transaksi melalui pasar negosiasi atas 3.920.000.000 lembar saham atau 62,72 persen, yang sebelumnya dimiliki oleh Sudjatmiko.
Dengan transaksi tersebut, WKM secara efektif menjadi pengendali baru ASLI dan selanjutnya akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas sisa saham publik sesuai ketentuan POJK No. 9/2018.
Adapun pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) WKM adalah Hariono, yang diketahui memiliki portofolio bisnis dalam jaringan usaha Haji Isam, termasuk Jhonlin Agro Raya (JARR). Sejumlah proyek WKM juga tercatat memiliki keterkaitan historis dengan jaringan bisnis tersebut.
Secara historis, emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha ini mencatatkan kinerja saham yang signifikan. Saham JARR tercatat naik 636,97 persen dalam enam bulan terakhir, sementara Pradiksi Gunatama (PGUN) melonjak 1.705,97 persen pada periode sama. Saham ASLI mencatat kenaikan 1.070 persen dalam enam bulan terakhir dan ditutup pada level Rp585 per saham pada perdagangan Jumat (23/1/2026).
Dengan dukungan WKM, ASLI optimistis dapat mempercepat transformasi bisnis dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri konstruksi nasional. Perseroan menegaskan komitmen untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku. (*)
Related News
Emiten Low Tuck Kwong (MYOH) Ekspansi ke Properti, Buat PT Baru Rp270M
Ngacir ARA Berujung Digembok, Kapan Saham BAIK Bakal Dibuka?
UVCR Siap Ekspansi Masif, Bidik Posisi Pemimpin Ekosistem Voucher
Ini Penjelasan PT Kapuas Prima Coal Soal Volatilitas Saham ZINC
Pasok Susu Program MBG, Ultra Jaya Milk (ULTJ) Investasi Rp1,1T
Bursa Kulik Rekam Jejak Ari Askhara, Ini Penjelasan HUMI





