Efek Tawaran Murah H Isam, Longsoran Saham BYAN Sampai Kapan?
:
0
Tampak areal pertambangan mislik Bayan Resources. FOTO - Dok Bayan Resources
EmitenNews.com - Saham Bayan Resources (BYAN) terus memburuk. Sepanjang perdagangan kemarin, saham emiten asuhan Dato Low Tuck Kwong itu, ambruk 10,12 persen setara 1.250 poin menjadi Rp11.100. Efeknya, kapitalisasi pasar BYAN tersisa Rp370 triliun.
BYAN mengawali perdagangan di level Rp12.350, sempat menyentuh level tertinggi Rp12.400, dan terendah Rp10.625. Kalau dihitung dalam tempo lima hari, saham BYAN ambrol 20,71 persen alias 2.900 poin dari edisi 8 September 2026 di kisaran Rp14.000.
Selanjutnya, kalau dikalkulasi berdasar penutupan perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275, saham BYAN drop 35,74 persen. Perosotan saham BYAN itu, mulai terjadi sejak Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menawar 62,2 persen saham BYAN sekitar USD3 miliar atau Rp49,8 triliun. Nilai tersebut jelas sangat jomplang dibanding kapitalisasi perseroan.
Maklum, pasar sudah kadung termakan isu kalau nilai akuisisi 62,2 persen saham BYAN setara Rp300 triliun. Angka jumbo itu muncul dengan kalkulasi harga pembelian mengacu pada harga saham BYAN di kisaran Rp14.400 per lembar. Akuisisi melalui Jhonlin Group itu, menyasar 13,46 miliar helai atau 40,25 persen saham milik Dato Low Tuck Kwong, dan 22 persen alias 7,33 miliar saham Elaine Low.
Meski begitu, menurut Bloomberg pembicaraan mengenai transaksi diskon gede tersebut masih terus berlangsung, dan belum tentu kesepakatan akan tercapai. Menariknya, baik Haji Isam, BYAN, dan Low Tuck Kwong belum memberi komentar mengenai kabar tersebut.
Respons Senyap
Sebelumnya, melalui keterbukaan informasi Selasa, 18 Agustus 2026, Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya rencana akuisisi tersebut. "Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut," tulis Jenny.
BYAN juga menegaskan, "Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam."
BYAN merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia yang sahamnya dikendalikan oleh Low Tuck Kwong. Adapun pihak Haji Isam, emiten JARR dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis, 20 Agustus 2026, Direktur Utama Jhonlin Agro, Indra Irawan mengatakan tidak memiliki rencana mengambilalih mayoritas saham BYAN, termasuk melalui grup perseroan.
"Tidak terdapat rencana untuk mengakuisisi Bayan Resources, sehingga perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh Perseroan," katanya lagi. (*)
Related News
Belum Kapok, Burda Kembali Gugat PKPU ADCP
Jadi Incaran Prajogo, Saham ini Melenting Ratusan Persen
TCPI Resmi Diperkuat Mantan KSAL Era Jokowi dan Dirut BTN 2021-2023
Charles Rigoux Mundur, Ketut Budi Wijaya Masuk Jajaran Komisaris LPCK
Tambah Porsi, Direktur Ini Beli 75 Ribu Helai Saham Hermina (HEAL)
Cimory Suntik Rp125 Miliar ke Anak Usaha, Pacu Ekspansi Distribusi





